> >

Uni Eropa Malah Ketar Ketir: Putin yang Lebih Lemah Adalah Bahaya yang Lebih Besar Bagi Barat

Kompas dunia | 30 Juni 2023, 06:20 WIB
Uni Eropa Kamis (29/6/2023) memperingatkan bahwa Rusia menjadi lebih berbahaya usai pemberontakan singkat pasukan bayaran Wagner, yang mengungkapkan Presiden Vladimir Putin ternyata lebih lemah daripada yang sebelumnya diperkirakan.  (Sumber: Dinas Pers Kepresidenan Rusia via AP)

BRUSEL, KOMPAS.TV - Uni Eropa memperingatkan bahwa Rusia menjadi lebih berbahaya setelah pemberontakan singkat pasukan bayaran Wagner, yang menurut Uni Eropa mengungkapkan Presiden Vladimir Putin ternyata lebih lemah daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan "getaran" akibat pemberontakan Wagner masih terjadi.

"Putin yang lebih lemah adalah bahaya yang lebih besar," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, saat tiba di puncak pertemuan di Brussel.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan meskipun "masih terlalu dini" untuk membuat kesimpulan, pemberontakan Wagner pada 24 Juni mengungkapkan "retakan dan perpecahan" di Rusia.

Pemimpin Barat menegaskan kekacauan di Rusia adalah masalah internal yang tidak melibatkan mereka.

"Sebaliknya, pembicaraan di puncak tersebut difokuskan pada upaya untuk mendukung Ukraina secara militer dan finansial dalam melawan pasukan Rusia," kata Von der Leyen.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpartisipasi melalui sambungan video.

Baca Juga: Sekjen NATO Sebut Pemberontakan Wagner Ungkap Perpecahan di Sistem Rusia

Stoltenberg kemudian mengumumkan melalui cuitannya bahwa kerja sama NATO-Uni Eropa di bidang keamanan lebih penting dari sebelumnya dan semakin diperdalam, termasuk untuk mendukung Ukraina dan melindungi infrastruktur kritis.

Negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarus, di mana bos Wagner Yevgeny Prigozhin kini berada di pengasingan, menyatakan kekhawatiran bahwa banyak pasukan Wagner mungkin juga menerima tawaran Kremlin untuk bergabung dengannya.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Straits Times


TERBARU