> >

Sekjen PBB: Sudan di Ambang Perang Saudara Skala Penuh

Kompas dunia | 10 Juli 2023, 01:05 WIB
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan Sudan berada di ambang "perang sipil penuh" saat bentrokan sengit antara jenderal-jenderal rival terus berlanjut tanpa henti di ibu kota Khartoum pada hari Minggu, (9/7/2023). (Sumber: AP Photo/Khalil Senosi)

KAIRO, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan Sudan berada di ambang "perang sipil penuh" saat bentrokan sengit antara jenderal-jenderal rival terus berlanjut tanpa henti di ibu kota Khartoum, pada hari Minggu (9/7/2023).

Dilansir Associated Press, Minggu (9/7/2023), Deputi Juru Bicara untuk Sekjen PBB Farhan Haq mengatakan, Guterres memperingatkan perang antara militer Sudan dan pasukan paramiliter yang kuat berpotensi mengguncang seluruh wilayah.

Sudan terjerumus ke dalam kekacauan setelah berbulan-bulan ketegangan antara panglima angkatan bersenjata Jenderal Abdel-Fattah Burhan dan komandan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo, yang meletus menjadi pertempuran terbuka pada pertengahan April.

Menteri Kesehatan Haitham Mohammed Ibrahim bulan lalu mengatakan, bentrokan tersebut menewaskan lebih dari 3.000 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya. Namun, dia mengatakan kemungkinan jumlah kematian lebih tinggi.

Lebih dari 2,9 juta orang warga Sudan melarikan diri ke daerah yang lebih aman di dalam Sudan atau melintasi perbatasan ke negara tetangga, menurut data PBB.

Pertempuran ini dimulai 18 bulan setelah kedua jenderal tersebut memimpin kudeta militer pada Oktober 2021 yang menggulingkan pemerintahan transisi sipil yang didukung Barat.

Baca Juga: Serangan Udara di Sudan Tewaskan Setidaknya 22 Orang, Salah Satu yang Mematikan Selama Konflik

Serangan udara di sebuah kota Sudan hari Sabtu (8/7/2023) menewaskan setidaknya 22 orang, kata otoritas kesehatan Sudan dalam salah satu serangan udara paling mematikan selama tiga bulan pertempuran. (Sumber: AP Graphics)

Kudeta dan konflik yang berikutnya menghancurkan harapan warga Sudan akan peralihan damai ke demokrasi setelah pemberontakan populer memaksa militer menggulingkan diktator jangka panjang Omar al-Bashir pada April 2019.

Perang ini mengubah Khartoum, ibu kota, dan daerah perkotaan lain di seluruh negara menjadi medan pertempuran.

Warga di Khartoum mengatakan pertempuran sengit sedang berlangsung hari Minggu pagi di selatan ibu kota. Faksi-faksi yang bertikai menggunakan senjata berat dalam pertempuran di lingkungan Kalaka dan pesawat militer terlihat melayang di atas daerah tersebut, kata Abdalla al-Fatih, seorang warga setempat.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU