> >

Saat Ketakutan dan Frustrasi Dialami Penyintas Gempa Maroko, Ada 300 Ribu Lebih Penduduk Terdampak

Kompas dunia | 10 September 2023, 16:55 WIB
Rayan dan Ali, dua anak Maroko, berjalan di antara reruntuhan rumah mereka yang hancur setelah gempa bumi mengguncang Desa Ijjoukak, Marrakesh, Maroko, Sabtu, 9 September 2023. Gempa besar mengguncang Maroko pada Jumat malam, 8 September 2023. (Sumber: AP Photo/Mosaab Elshamy)

MARRAKESH, KOM[AS.TV - Penyintas gempa M6,8 di Maroko yang menewaskan lebih dari 2.000 jiwa mengungkapkan rasa takut dan frustrasi usai selamat dari gempa yang melanda pada Jumat (8/9/2023) malam lalu.

Warga frustrasi dengan seretnya bantuan dan ketakutan harus hidup tanpa orang terkasih.

Gempa Maroko telah menewaskan setidaknya 2.012 orang dan menimbulkan 2.059 korban luka, 1.404 di antaranya dalam kondisi kritis. Korban kemungkinan bertambah mengingat operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, terdapat lebih dari 300.000 orang terdampak gempa di kota bersejarah Marrakesh dan sekitarnya. Gempa ini berepisentrum sekitar 70km di selatan Marrakesh.

Baca Juga: Dilanda Gempa yang Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang, Warga Maroko Ini Tetap Bersyukur

Amina Radi, penyintas gempa di Marrakesh, mengaku justru merasa takut setelah selamat dari gempa. Ia mengaku khawatir dengan orang-orang terdekatnya yang bisa jadi tewas di reruntuhan.

"Saya sangat takut melihat orang kehilangan nyawa," kata Amina Radi kepada Al Jazeera, Minggu (10/9).

"Apa yang menakutkan saya adalah kemungkinan kita hidup saat orang-orang yang kita tahu dan sayangi meninggal dunia," lanjutnya.

Seorang penduduk Marrakesh lain mengaku kehilangan empat anak dan seorang suami dalam gempa ini. Ibu yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku pasrah kepada Tuhan.

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Al Jazeera


TERBARU