> >

Usai Serbu Nagorno-Karabakh, Azerbaijan Kirim Bantuan ke 120.000 Penduduk yang Kurang Pangan

Kompas dunia | 22 September 2023, 20:43 WIB
Pemerintah Azerbaijan mengaku akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nagorno-Karabakh, Jumat (22/9/2023), dua hari usai negara itu menyepakati gencatan senjata dengan separatis etnis Armenia. Pasukan Azerbaijan meluncurkan serangan intensif ke Nagorno-Karabakh pada Selasa (19/9) lalu. (Sumber: AP Photo)

BAKU, KOMPAS.TV - Pemerintah Azerbaijan mengaku akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nagorno-Karabakh, Jumat (22/9/2023), dua hari usai negara itu menyepakati gencatan senjata dengan separatis etnis Armenia. Pasukan Azerbaijan meluncurkan serangan intensif ke Nagorno-Karabakh pada Selasa (19/9) lalu.

Baku mengumumkan, bantuan ini akan mencakup 20 ton pangan dan prduk-produk kebersihan. Bantuan ini ditujukan untuk 120.000 penduduk Nagorno-Karabakh yang kekurangan stok pangan dan obat-obatan karena blokade Azerbaijan.

Nagorno-Karabakh diketahui merupakan wilayah Azerbaijan yang dikuasai separatis etnis Armenia sejak 1994. Operasi militer Azerbaijan dibarengi tuntutan agar pemerintahan separatis dibubarkan.

Baca Juga: Nagorno-Karabakh Kembali ke Azerbaijan, Armenia Siap Tampung Pengungsi Etnis Armenia

Akan tetapi, meskipun gencatan senjata sudah diteken, perundingan mengenai reintegrasi Nagorno-Karabakh ke Azerbaijan masih jauh dari kata sepakat.

Azerbaijan sendiri memblokade Nagorno-Karabakh usai mengasai kawasan sekitar wilayah itu melalui perang enam pekan lawan Armenia pada 2020 silam. 

Sebelumnya, suplai ke Nagorno-Karabakh dikirim dari Armenia melalui Koridor Lachin. Namun, jalur ini diblokade Azerbaijan selama 10 bulan belakangan.

Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov menyatakan bahwa negaranya akan menjamin “kemerdekaan dan semua hak” penduduk Nagorno-Karabkah sesuai konstitusi negara itu dan hukum hak asasi manusia internasional. 

 

Sementara itu, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyatakan bahwa negaranya siap menampung hingga 40.000 penduduk Nagorno-Karabakh jika memerlukan evakuasi. Ia pun meminta etnis Armenia di Nagorno-Karabakh tetap tenang dan tidak meninggalkan rumah.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU