> >

Dukungan Barat untuk Ukraina Mulai Retak saat Eropa Timur dan AS Makin Dekat ke Pemilu

Kompas dunia | 23 September 2023, 23:20 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Lviv, Rabu, (11/9/23). Dukungan bagi Ukraina dari Barat dalam melawan Rusia mulai menunjukkan keretakan serius. Posisi politik di Polandia dan Slovakia, serta keraguan Partai Republik di AS tentang pengeluaran besar Washington untuk mendukung militer Ukraina, menimbulkan ketidakpastian baru komitmen Barat terhadap Ukraina. (Sumber: Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via AP)

WARSAW, KOMPAS.TV - Dukungan yang solid bagi Ukraina dari para pendukung terbesarnya dalam melawan Rusia mulai menunjukkan keretakan serius.

Posisi politik di tempat-tempat seperti Polandia dan Slovakia, di mana sengketa perdagangan dengan Ukraina memicu ketegangan dalam negeri, serta keraguan Partai Republik di Amerika Serikat tentang pengeluaran besar Washington untuk mendukung militer Ukraina, menimbulkan ketidakpastian baru tentang komitmen Barat terhadap upaya Ukraina untuk mengusir Rusia setelah lebih dari 18 bulan berperang.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berharap bisa bertahan lebih lama dari dukungan sekutu bagi Kiev, akan siap memanfaatkan situasi jika melihat bahwa Ukraina kehabisan pertahanan udara atau senjata lainnya, seperti yang dilaporkan Associated Press, Sabtu (23/9/2023).

Barat sudah lama bersama-sama dengan Ukraina melawan Rusia. Tetapi antara permohonan bantuan berapi-api dan tak berujung dari Ukraina, dan bantuan besar dari para pendukungnya, tanda-tanda ketidaksetujuan mulai muncul.

Pada bulan Juli, Menteri Pertahanan Inggris saat itu mengatakan Ukraina seharusnya menunjukkan "rasa terima kasih" kepada Barat, setelah Kiev memperbarui tuntutannya tetapi tidak berhasil, untuk bergabung dengan NATO.

Minggu ini, perselisihan baru muncul setelah Ukraina mengajukan keluhan di Organisasi Perdagangan Dunia WTO terhadap tiga tetangga dan anggota Uni Eropa, Hongaria, Polandia, dan Slovakia, karena melarang impor produk pertanian Ukraina, ekspor kunci bagi ekonomi yang sudah ambruk akibat perang tersebut.

Tiga negara tersebut merasa tersinggung dengan tindakan tersebut, dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menjawab bahwa negaranya "tidak lagi mentransfer senjata apa pun ke Ukraina karena kami sekarang sedang membekali diri kami dengan senjata paling modern."

Baca Juga: Intelijen Ukraina Klaim Hancurkan Mata-mata Rusia di Negaranya, Berkat Menyadap Pesan Berkode

PM Polandia, PM Slovakia dan PM Republik Ceko di Kiev, Ukraina, naik kereta api. Dukungan bagi Ukraina dari Barat dalam melawan Rusia mulai menunjukkan keretakan serius. Posisi politik di Polandia dan Slovakia, serta keraguan Partai Republik di AS tentang pengeluaran besar Washington untuk mendukung militer Ukraina, menimbulkan ketidakpastian baru komitmen Barat terhadap Ukraina. (Sumber: Twitter/Mateusz Morawiecki)

Beberapa pejabat Uni Eropa telah memperingatkan bahwa Putin menikmati perpecahan Barat ini pada saat pasukan Ukraina membuat kemajuan lambat dalam serangan balik mereka melawan pasukan Rusia, yang masih menguasai wilayah luas di Ukraina bagian timur dan selatan.

Namun, dari Washington hingga Warsawa, di mana biaya militer dan kemampuan untuk membantu Ukraina menjadi masalah, pejabat memandang remeh wacana tentang perpecahan dukungan Barat untuk Ukraina.

"Saya tidak percaya perselisihan politik akan menyebabkan keruntuhan," kata Presiden Polandia Andrzej Duda. Ia menambahkan bahwa perdana menterinya hanya merujuk kepada senjata yang baru dipesan yang tidak akan pernah diberikan kepada Ukraina.

Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional administrasi Biden, pada Kamis mengatakan yakin "Polandia akan terus menjadi pendukung Ukraina".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam kunjungan singkat ke Washington minggu ini, berusaha memperkuat dukungan AS bagi negaranya, yang telah menjadi faktor dalam kampanye politik menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Mantan Presiden Donald Trump dan rival utama dari Partai Republik, Gubernur Ron DeSantis dari Florida, mengatakan mereka ingin AS menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU