> >

AS Klaim Tak Dukung Pendudukan Israel atas Gaza Pasca-Perang: Tidak Boleh Usir Paksa Warga Palestina

Kompas dunia | 8 November 2023, 18:08 WIB
Unit artileri militer Israel bergerak ke Jalur Gaza dari selatan Israel, Senin (6/11/2023). Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Kirby, menyebut pemerintahan Joe Biden tidak mendukung "pendudukan kembali" militer Israel di Gaza setelah perang. (Sumber: Ohad Zwigenberg/Associated Press)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Kirby, mengeklaim pemerintahan Presiden AS Joe Biden tidak mendukung "pendudukan kembali" Gaza oleh militer Israel setelah perang.

Pernyataan tersebut menanggapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan pihaknya bisa mengambil alih keamanan di Gaza setelah perang, hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Pendudukan kembali oleh pasukan Israel di Gaza bukanlah hal yang benar untuk dilakukan," kata Kirby, Selasa (7/11/2023), dikutip Al Jazeera.

Dia pun menyebut Gedung Putih sepakat dengan Israel yang ingin melenyapkan Hamas dari Gaza, wilayah Palestina di mana sekitar 2,3 juta orang terjebak akibat blokade Israel sejak 2007.

Ia menyebut perlu ada "perundingan sehat" mengenai nasib Jalur Gaza setelah perang.

"Apa yang kami jelas setuju dengan Israel adalah seperti apa yang tidak boleh terjadi (di Gaza), dan itu tidak boleh seperti pada 6 Oktober (sebelum serangan Hamas)," kata Kirby.

Baca Juga: Empat Ribu Anak Gaza Tewas oleh Serangan Udara Israel, AS Malah Salahkan Hamas

Juru bicara Hamas, Abdel Latif Al-Qanou, menolak gagasan Washington tersebut. Al-Qanou menyebut masyarakat Gaza berhak dan akan menentukan nasib sendiri.

Israel diketahui menarik militer dari Jalur Gaza secara resmi pada 2005. Namun, Israel masih mengontrol perbatasan, ruang udara, dan perairan Gaza sehingga enklave tersebut masih dianggap daerah yang diduduki dan diblokade Israel.

Sementara di Tokyo, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menegaskan pihaknya tidak mendukung pendudukan kembali Israel di Gaza.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Al Jazeera


TERBARU