> >

Israel Hancurkan Pemakaman di Khan Younis Berdalih Ada Terowongan Hamas, Dituding Kejahatan Perang

Kompas dunia | 30 Januari 2024, 13:02 WIB
Tentara Israel berdiri di pintu terowongan Hamas di bawah kuburan selama serangan darat di Jalur Gaza di Khan Younis, Sabtu, 27 Januari 2024. Di bawah hukum internasional, pemakaman dan situs keagamaan mendapatkan perlindungan khusus, menghancurkannya dapat dianggap sebagai kejahatan perang. (Sumber: AP Photo)

KHAN YOUNIS, KOMPAS.TV - Pemakaman Islam di Khan Younis, Palestina, dihancurkan. Makam-makam dikeluarkan dari bumi oleh pasukan Israel, tengkorak tanpa gigi tergeletak di atas reruntuhan pasir yang tercampur puing-puing nisan.

Kawasan Bani Suheila di kota Gaza selatan Khan Younis, yang ditunjukkan kepada jurnalis asing hari Sabtu, (27/1/2024) kini lenyap, hancur karena pencarian terowongan Hamas di bawah tanah oleh militer Israel. 

Di bawah hukum internasional, pemakaman dan situs keagamaan mendapatkan perlindungan khusus, menghancurkannya dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Seorang jurnalis Associated Press melihat sebuah masjid yang hancur dan, di tempat pemakaman yang pernah ada, terdapat lubang selebar 140 meter yang memberikan akses ke terowongan serangan Hamas di bawahnya, menurut pihak militer Israel.

Hari Senin (29/1/2024), Israel mengatakan insinyur tempur telah meruntuhkan sebagian dari jaringan tersebut, merilis video yang menunjukkan ledakan besar di area tersebut, seperti laporan Associated Press, Selasa, (30/1/2024).

Sementara Israel melanjutkan kampanye darat dan udara di Gaza yang menurut pejabat kesehatan di wilayah yang terkepung telah merenggut lebih dari 26.000 nyawa warga Palestina.

Penghancuran situs-situs suci oleh militer menuai kritik keras dari Palestina dan kelompok hak asasi manusia, yang menyebut serangan ini juga sebagai serangan terhadap warisan budaya.

Israel berdalih Hamas menggunakan situs-situs tersebut sebagai benteng militer, sehingga kehilangan perlindungan tersebut. Mereka menyatakan tidak mungkin mencapai tujuan militer mereka untuk mengalahkan Hamas tanpa menemukan terowongan, tempat yang mereka mengklaim militan tersebut membangun pusat komando dan kendali, mengangkut senjata, dan menyembunyikan beberapa dari 130 sandera yang diyakini mereka tahan.

Israel mengakui menggali terowongan mengakibatkan kerusakan tak terhindarkan pada tempat-tempat yang dianggap suci. "Kami tidak lagi naif," bercerita Brigadir Jenderal Israel Dan Goldfus, yang memimpin jurnalis mengelilingi lokasi pada Sabtu.

Baca Juga: Gedung Putih Kecam Konferensi Pemukiman Ilegal di Gaza, Menhan Israel Jamin Itu Tidak Akan Terjadi

Tentara Israel berdiri di terowongan Hamas di bawah kuburan selama serangan darat di Jalur Gaza di Khan Younis, Sabtu, 27 Januari 2024. Di bawah hukum internasional, pemakaman dan situs keagamaan mendapatkan perlindungan khusus, menghancurkannya dapat dianggap sebagai kejahatan perang. (Sumber: AP Photo)

Israel telah mengemukakan argumen serupa dalam operasi di sekitar rumah sakit di Gaza.

Goldfus membawa jurnalis ke dalam lubang terowongan yang katanya membentang di bawah masjid dan pemakaman. Para jurnalis berjalan di dalam terowongan beton panjang yang bercabang ke berbagai arah dan tiba di sekelompok ruangan kecil yang diklaim oleh tentara sebagai pusat komando yang digunakan oleh militan Hamas.

Ini termasuk tiga ruangan berkubah, satu dengan empat kursi, satu dengan meja, dan dapur dengan kaleng kosong dan rak rempah-rempah.

Seorang komandan militer mengatakan terowongan tersebut, yang berisi transformator daya, kipas, pipa dengan kabel, dan sakelar lampu, membentang sejauh 800 meter dan terhubung ke jaringan terowongan lebih besar di selatan Gaza.

Militer Israel mengklaim telah menemukan ruangan serupa di sepanjang terowongan di seluruh Jalur Gaza, menyatakan ruangan yang ditunjukkan kepada jurnalis hari Sabtu termasuk kantor seorang komandan Hamas, ruang operasi, dan tempat tinggal untuk anggota senior Hamas.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Associated Press


TERBARU