> >

Trump Pamer Pengaruh Jelang Pilpres, Perintahkan Kubu Republik di Kongres Tolak Bantuan ke Ukraina

Kompas dunia | 7 Februari 2024, 05:45 WIB
Meskipun telah menjadi warga sipil sejak meninggalkan jabatannya tahun 2021, Trump saat ini kembali mencalonkan diri dan mendorong partainya menolak RUU yang mengaitkan langkah-langkah keamanan perbatasan yang paling ketat dalam satu generasi dengan bantuan $60 miliar untuk Ukraina. (Sumber: AP Photo)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Meskipun pemilihan presiden masih sembilan bulan lagi, Donald Trump pada Selasa (6/2/2024) mulai memainkan peran dan pengaruh yang luar biasa dalam upaya mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) sesuai ambisinya untuk kembali ke Gedung Putih.

Meskipun telah menjadi warga sipil sejak meninggalkan jabatannya tahun 2021, Trump saat ini kembali mencalonkan diri menjadi presiden dan mendorong partainya menolak RUU yang mengaitkan langkah-langkah keamanan perbatasan yang paling ketat dalam satu generasi dengan bantuan $60 miliar untuk Ukraina.

“Jangan Bodoh!!! Kita memerlukan RUU Perbatasan dan Imigrasi yang terpisah. Ini tidak boleh dikaitkan dengan bantuan luar negeri dengan cara apapun!” begitu tulis Trump di media sosial, seperti yang dilaporkan oleh Arab News, Selasa (6/2).

Biden dan Trump memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap Ukraina, dengan Demokrat yakin bahwa membantu sekutu pro-Barat menahan serangan Rusia sangat penting untuk memastikan dunia yang lebih aman, sementara pendahulunya mendorong kebijakan isolasionis "America First".

Di dalam negeri, Biden mendorong kebijakan imigrasi yang manusiawi, tetapi Republikan memamerkan data statistik yang menunjukkan penangkapan imigran mencapai rekor tertinggi sebanyak 302.000 pada Desember 2023, lonjakan yang telah diangkat Trump sebagai isu utama dalam kampanyenya.

Tuntutan agar bantuan militer untuk Ukraina dikaitkan dengan reformasi imigrasi sebenarnya berasal dari Republikan, dengan Trump berusaha menyamakan krisis di perbatasan dengan kekacauan di luar negeri yang katanya akan dihindarinya.

Pada hari Minggu (4/2), senator mengungkapkan paket imigrasi bipartisan senilai $118 miliar yang mengandung pembatasan imigrasi yang sudah dijanjikan Biden untuk disahkan menjadi undang-undang.

Ini terkait dengan paket bantuan luar negeri yang mencakup $60 miliar untuk Ukraina dan $14 miliar untuk Israel.

Baca Juga: China Bingung Pilih antara Trump atau Biden, Sama-Sama Dianggap Cawan Berisi Buah Simalakama

Biden, kiri, dan Trump, kanan. Meskipun telah menjadi warga sipil sejak meninggalkan jabatannya tahun 2021, Trump saat ini kembali mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat guna menantang Biden. (Sumber: AP Photo)

Kesepakatan tersebut menyediakan $20 miliar pendanaan perbatasan baru dan akan menjadi kemenangan besar bagi para pendukung kebijakan imigrasi yang ketat, karena penuh dengan konsesi yang biasanya akan ditentang oleh Demokrat.

“Kami tidak memiliki cukup agen. Kami tidak memiliki cukup orang. Kami tidak memiliki cukup hakim. Anda tidak memiliki cukup orang di sini. Kami memerlukan bantuan. Mengapa mereka tidak memberi saya bantuan?” kata Biden pada hari Senin (5/2) ketika ditanya tentang prospek RUU tersebut.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Arab News


TERBARU