> >

Pasukan Ukraina Mundur dari Avdiivka, Kiev Kehabisan Amunisi Lawan Rusia?

Kompas dunia | 20 Februari 2024, 00:30 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Penaklukan Avdiivka meningkatkan semangat Rusia dan mengonfirmasi bahwa pasukan Kremlin kini mengendalikan tempo pertempuran.  (Sumber: AP Photo)

KIEV, KOMPAS.TV - Berkurangnya pasokan amunisi mengancam pertahanan Ukraina di garis depan sepanjang 1.000 kilometer yang terus diserang oleh artileri Rusia.

Adapun penaklukan Avdiivka meningkatkan semangat Rusia dan mengonfirmasi bahwa pasukan Kremlin kini mengendalikan tempo pertempuran.

Pasukan Ukraina menarik diri dari kota Avdiivka di wilayah Donetsk pada Sabtu (17/2/2024), setelah didera serangan harian Rusia dari tiga arah selama empat bulan terakhir.

Avdiivka adalah benteng menjorok ke dalam wilayah Ukraina, jauh dari Rusia. Sebagai kota di garis depan sejak Rusia pertama kali menyerang Ukraina pada 2014, permukiman yang diperkuat dengan labirin parit dan terowongan itu berfungsi untuk melindungi pusat logistik penting yang kurang diperkuat lebih jauh ke barat.

Penaklukan Avdiivka oleh Rusia membuat pasukan Ukraina yang hanya berhasil meraih kemajuan bertahap sejak serangan balik mereka tahun lalu, merasa sedih.

Diamnya Kongres AS

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaitkan lepasnya Avdiivka dari tangan Ukraina dengan diamnya Kongres atas usulan bantuan militer senilai USD60 miliar untuk negara tersebut.

Biden mengatakan ia telah memberi tahu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam panggilan telepon pada Sabtu setelah Ukraina mengumumkan penarikan pasukan dari Avdiivka, bahwa ia tetap yakin pendanaan AS akhirnya akan terealisasi.

Namun, ketika wartawan bertanya apakah ia yakin kesepakatan dapat dicapai sebelum Ukraina kehilangan lebih banyak wilayah, Biden menjawab, "Saya tidak yakin."

Baca Juga: Rusia Umumkan Penaklukan Kota Avdiivka Setelah Penarikan Mundur Pasukan Ukraina

Tentara Ukraina dalam posisi bersiap di Kota Avdiivka. Penaklukan Avdiivka meningkatkan semangat Rusia dan mengonfirmasi bahwa pasukan Kremlin kini mengendalikan tempo pertempuran. (Sumber: AP Photo/Libkos, File)

Stok Amunisi Menipis

Associated Press mewawancarai lebih dari dua belas komandan Ukraina, termasuk komandan unit artileri, di zona pertempuran paling intens beberapa minggu sebelum jatuhnya Avdiivka.

Mereka mengatakan kekurangan amunisi, yang selalu menghantui pasukan Ukraina sejak serangan Rusia, semakin parah sejak musim gugur tahun lalu.

Persediaan yang menipis, terutama artileri jarak jauh yang dipasok oleh Barat, berarti pasukan Ukraina terhambat untuk menyerang target bernilai tinggi di belakang garis pertahanan Rusia, di mana peralatan berat dan personel dikumpulkan.

Selama beberapa minggu, pasukan Ukraina di seluruh garis depan mengeluh tentang kekurangan kritis amunisi, dengan beberapa baterai artileri hanya punya 10 persen dari persediaan yang mereka butuhkan.

Dalam upaya untuk menghemat peluru, para komandan lapangan memerintahkan unit mereka untuk menembak hanya pada target yang tepat.

Namun, komandan di lapangan mengatakan itu tidak cukup untuk menahan Rusia yang memiliki persediaan senjata lebih baik. Kekhawatiran bahwa tanpa bantuan militer, jatuhnya Avdiivka dapat terulang di bagian lain garis depan Ukraina, pun meningkat.

Kemenangan Besar Moskow

Mundurnya pasukan Ukraina dari kota tersebut memberikan Rusia kemenangan terbesarnya sejak pertempuran Bakhmut tahun lalu.

Ini akan memungkinkan pasukan Kremlin untuk mendorong serangannya lebih jauh ke barat, lebih dalam ke wilayah yang dikuasai Ukraina di daerah yang kurang diperkuat.

Pokrovsk, simpul kereta api di sebelah timur Ukraina, bisa menjadi tujuan Rusia berikutnya, kata para blogger militer.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU