> >

Netanyahu Murka ke Pemimpin Senat AS yang Desak Pemilu Israel agar Sang PM Lengser: Itu Tak Pantas

Kompas dunia | 18 Maret 2024, 12:30 WIB
Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang menampung Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv, Israel, pada 24 Desember 2023. (Sumber: AP Photo)

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu murka ke Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Serikat (AS) Chuck Schumer.

Netanyahu marah ke Schumer yang mendesak pemilu Israel dilakukan agar sang PM lengser dan menegaskan kepemimpinan baru diperlukan negara Zionis itu.

Menurut Schumer pada Kamis (14/3/2024), koalisi Netanyahu tak pernah lagi cocok dengan kepentingan Israel sejak 7 Oktober.

Baca Juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Makin Tak Peduli Sekutunya, Berjanji Teruskan Serangan ke Rafah

Hal itu merujuk serangan Hamas ke Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang, dan pembalasan negara Zionis itu ke Gaza yang membuat lebih dari 31.000 warga sipil Palestina terbunuh.

“Dunia telah berubah secara radikal sejak saat itu, dan rakyat Israel saat ini sedang terkekang oleh visi pemerintahan yang terjebak di masa lalu,” kata Schumer dikutip dari Middle East Eye.

Pada Minggu (17/3/2024), Netanyahu menyerang balik Schumer.

Ia menegaskan komentar pemimpin senat dari Demokrat tersebut tidak pantas.

Netanyahu juga mengatakan, hal tersebut merupakan campur tangan terhadap demokrasi Israel.

“Saya pikir apa yang dikatakannya tidaklah pantas,” ujar Netanyahu kepada CNN.

Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya

Sumber : Middle East Eye


TERBARU