> >

Otoritas Palestina Umumkan Kabinet Baru di Tengah Desakan Reformasi, Hamas Menolak

Kompas dunia | 29 Maret 2024, 03:05 WIB
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Otoritas Palestina hari Kamis (28/3/2024), mengumumkan pembentukan kabinet baru di tengah tekanan internasional untuk melakukan reformasi. (Sumber: AP Photo)

Survei pendapat dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten menemukan bahwa mayoritas besar warga Palestina menginginkan Abbas yang berusia 88 tahun untuk mundur.

AS telah meminta Otoritas Palestina yang diperbarui untuk mengelola Gaza pasca-perang sebagai persiapan menuju kemerdekaan Palestina.

Israel menolak ide tersebut, mengatakan akan mempertahankan kontrol keamanan Gaza secara tidak terbatas dan bermitra dengan warga Palestina yang tidak berafiliasi dengan Otoritas Palestina atau Hamas. Belum jelas siapa di Gaza yang bersedia mengambil peran semacam itu.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan masih terlalu dini untuk membuat penilaian luas tentang kabinet baru dan apakah akan memberlakukan reformasi yang "kredibel dan luas" yang diminta pemerintah Biden.

Hamas menolak pembentukan pemerintahan baru dan menganggapnya tidak sah, meminta semua faksi Palestina, termasuk Fatah, untuk membentuk pemerintahan bersama menjelang pemilihan umum.

Hamas juga memperingatkan warga Palestina di Gaza untuk tidak bekerja sama dengan Israel dalam mengelola wilayah tersebut. Hamas mengatakan bahwa siapa pun yang melakukannya akan diperlakukan sebagai kolaborator, yang dipahami sebagai ancaman kematian.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU