> >

Emaknya Setan

Opini | 9 Oktober 2021, 20:05 WIB
Ilustrasi gambar setan (Sumber: Istimewa/triaskun.id)

Oleh: Trias Kuncahyono, Jurnalis Harian Kompas

I

Setan, Satan, Iblis, Azazil, Beelzebub atau Beelzebub. Semua sama: “Raja Kegelapan.” Setan atau syetan yang dalam bahasa Ibrani disebut ha-Satan atau “sang penentang”, dalam bahasa Arab disebut Syaithom, “sesat atau jatuh.” Sebutan-sebutan itu biasanya merujuk pada Lucifer atau “Raja Kegelapan”—dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen—atau Iblis pada kepercayaan Islam,

Ada yang mengatakan, dalam bahasa Indonesia, istilah Satan berbeda maknanya dengan setan. “Satan” (huruf besar) lebih condong pada sang Iblis (diabolos), sedangkan “setan” (huruf kecil) lebih condong kepada roh-roh jahat (daemon). Meskipun, pada akhirnya sama saja: mereka “kuasa kegelapan.”

Iblis atau Ibl s adalah julukan nenek moyang bangsa jin, yang memiliki nama asli Azazil. Dia-lah mahkluk pertama yang membangkang pada perintah Allah. Meski kemudian Lucifer dilempar ke bumi, tetapi dengan cara itu—menentang Allah—meraih kekuasaannya. Kekuasaan macam apa yang diraih Lucifer?

Dulu ada istilah “setan desa” dan “setan kota.” Di masa pilkada muncul istilah “biarlah uang iblis dimakan setan.” Karena saking putus asanya mengatasi korupsi, ada yang mengatakan, “kita harus minta bantuan iblis untuk memerangi setan korupsi.” Ada lagi istilah “lingkaran setan”, misalnya “lingkaran setan korupsi.” Mengapa? Karena terjadinya reproduksi korupsi dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman.  Ada istilah lain lagi “setan jahanam” atau juga “tangan-tangan setan.” Orang Jawa kenal istilah “setan ora doyan, demit ora ndulit.”

Di masa pemilu presiden tahun 2019 lalu, muncul istilah “Partai Allah” dan “Partai Setan.”  Ada lagi istilah “mandi uang setan.” Istilah tersebut disematkan oleh Khalil Roman, yang pernah menjabat sebagai Staf Presiden Hamid Karzai (2002-2005), Hamid Karzai  disebutnya menerima puluhan juta dollar uang dari CIA.

II

Setan, iblis selalu dikaitkan dengan kekuatan kejahatan. Ia disebut sebagai pangeran dunia, penguasa kegelapan, pendusta, pendengki, si penyesat, si penggoda, Bapak segala Dosa, Si Penyesat dan sebagainya. Karena setan dan iblis pendusta, maka bisa saja mereka berdusta, memutar-balikkan fakta, menyebarkan berita bohong, hoaks, menebar berita menyesatkan.

Karena pendengki, maka mungkin saja mereka menebarkan kedengkian. Karena penyesat, tidak aneh kalau mereka menyebarkan kesesatan dengan pernyataan-pernyataan yang jauh dari kebenaran, yang membuat gaduh. Setan, iblis adalah sahabat dusta, kebohongan. Setan adalah dusta dan kebohongan itu sendiri. Mereka menjauhi kebenaran.

Maka terus terjadi pertempuran antara terang dan gelap, antara kuasa baik dan kuasa jahat yan halus, licin, dan berbahaya serta mematikan. Tetapi, iblis, setan tidak bekerja sendirian, melainkan menggunakan manusia sebagai alatnya.

Penulis : Fadhilah

Sumber : Triaskun.id

Tag

TERBARU