> >

Kunjungi Pasar Kramat Jati, Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Ramdhan dan Indul Fitri

Kompas update | 8 April 2021, 12:30 WIB
Menteri Perdagangan M. Lutfi (Sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengklaim pasokan bahan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri dalam kondisi stabil.

"Saya mulai mengecek ketersediaan barang jelang Ramadan dan Idul Fitri di Pasar Induk Kramat Jati untuk periksa dari hulunya. Semua barang hampir dibilang stabil, bahkan menurun," jelas Lutfi sesaat setelah kunjungannya di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (7/4/2021).

Lutfi berharap ketersedian sembako dan stabilitas harga pangan tersebut membuat masyarakat lebih khusuk dalam menjalankan ibadah puasa hingga lebaran mendatang.

Baca Juga: Harga Sembako Naik Jelang Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya

Ia memaparkan harga bawang sekarang berada di kisaran angka Rp18.000-Rp21.000 per kilo. Berarti harga tersebut, kata Lutfi, hanya selisih Rp1.000 saja di tingkat pengecer.

Lalu cabai rawit merah, yang sebelumnya sempat menyentuh Rp100.000 per kilo, pun sedang menuju Rp70.000 per kilo.

Kemendeg memperkirakan cabai akan mengalami penurunan harga menjelang panen. “Begitu pun dengan cabai merah besar dan cabai merah keriting," kata Lutfi.

Untuk mencari alternatif penyimpanan, Lutfi bersama pemerintah sedang mencari penyimpan yang lebih lama untuk komoditas seperti cabai dan bawang. Demikian dianggap penting untuk memastikan ketersediaan pasokan pada masa-masa paceklik.

Baca Juga: Musim Panen Raya, Menteri Perdagangan Tunda Impor Beras

Melalui kunjungannya itu, Lutfi memastikan kembali bahwa pasokan sembilan bahan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri aman, serta harga komoditas sayur-sayuran seperti cabai dan bawang juga diklaim telah turun.

Dalam kesempatan sama, Lutfi juga mengatakan Indonesia akan memasuki periode yang disebut supercycle. Yakni fenomena pertumbuhan ekonomi baru yang diakibatkan meningkatnya permintaan masyarakat jelang pandemi berakhir.

Pada periode seperti ini, kata Lutfi, biasanya memantik harga komoditas naik. Kata Lutfi, begini pernah dialami Indonesia pada 2004-2014, yang saat itu harga minyak bumi, gas alam cair, bijih besi dan tembaga melonjak tajam.

Baca Juga: Harga Sembako Naik Jelang Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya

Dari itu, ia berharap periode supercycle bisa membawa kabar baik dan dampak positif untuk perekonomian Indonesia. Meski "Supercycle ini memang membuat harga komoditas naik,” katanya.

Penulis : Hedi Basri Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU