> >

Megawati ke Kadernya: Kalau Tak Suka Lagi dengan PDI-P Silakan Mundur, Saya Capek Pecat-Pecat

Politik | 29 Oktober 2021, 18:58 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi sambutan di acara penyampaian penghargaan atlet Paralimpiade Indonesia, Tokyo 2020, Jumat (24/9/2021). (Sumber: YouTube PDI Perjuangan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mempersilakan para kadernya untuk mundur dari partai.

Megawati menyampaikan demikian, terutama untuk kader yang sudah tidak loyal dan tidak mau menjalankan tugas partai, sebaiknya keluar dari PDI-P.

Baca Juga: Megawati: Tak Ada Aturan yang Menghalangi PDIP Menang Pemilu Terus-menerus

Demikian hal tersebut disampaikan Megawati dalam acara virtual “Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Taman UMKM Bung Karno dan 16 Kantor Partai PDI Perjuangan”.

Megawati mengaku lelah memecat kadernya yang sudah tidak loyal kepada partai. Karena itu, ia lebih mempersilakan kadernya agar lebih baik mengundurkan diri.  

“Sekarang ini saya sering sekali mengatakan, sudah, mereka kalau ndak suka lagi sama PDI-P silakan mengundurkan diri. Daripada saya capek pecat-pecat, mengundurkan diri saja,” kata Megawati dikutip dari Kompas.com pada Jumat (29/10/2021).

Baca Juga: Megawati Tanya Alasan Pengangkatan Dirinya Jadi Ketua Dewan BRIN, Jokowi: Ya, Saya Maunya Ibu

Megawati menilai, partai merupakan organisasi politik yang memiliki aturan dalam bentuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dengan adanya AD/ART partai, ia pun mengingatkan kepada anggota partai agar taat dengan aturan tersebut.

Lebih lanjut, Megawati mengaku heran ketika dirinya mendapat pertanyaan yang jawabannya sudah ditulis dalam AD/ART PDI-P.

“Kok nanya, padahal kan sebetulnya sudah ada AD/ART yang sudah tegas-tegas mengatakan harus apa, bagaimana, dan lain sebagainya,” ucap Megawati.

Baca Juga: Mantan Wapres AS Al Gore Sebut Indonesia Negara Rapuh, Megawati Jawab Ini

Lebih lanjut, ia juga menceritakan, ada mantan kader PDI-P yang dipecat kemudian mengajukan gugatan.

Menurutnya, pemecatan itu dilakukan karena mantan kader tersebut tidak menjalankan aturan sesuai AD/ART.

“Karena sampai hari ini kalau ada gugatan, kami menang. Bukan saya menang, tapi partai menang, karena menuruti AD/ART, bukan saya main pecat sembarangan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga mengatakan tidak ada aturan yang melarang sebuah partai politik bisa memenangi pemilihan umum (pemilu) secara terus-menerus.

Baca Juga: Megawati Diingatkan Al Gore soal Potensi Bencana Alam: Tidak Asal Ngomong

Oleh karena itu, Megawati menginginkan agar partai besutannya, PDIP, bisa menjadi pemenang di setiap perhelatan pemilu.

Megawati merasa bersyukur PDIP saat ini dipercaya oleh masyarakat karena sudah dua kali memenangi pemilu berturut-turut.

"PDIP itu mudah-mudahan sebuah partai yang alhamdulillah dipercaya oleh rakyat, sudah dua kali menimba kemenangan,” ujar Megawati. 

Megawati pun menambahkan tidak ada aturan yang melarang partai politik untuk menang secara terus-menerus.

Baca Juga: Megawati Minta Petunjuk Tuhan untuk Pilih Capres, PDIP: Dicari Sosok Melanjutkan Jokowi

“Saya selalu katakan, apakah ada aturan kita tidak boleh menang terus? Enggak ada yang menghalangi," tutur Megawati. 

Menurut Megawati, di Indonesia hanya ada aturan yang mengatur tentang pembatasan masa jabatan presiden yakni sampai dua periode.

Adapun partai politik yang memenangi pemilu secara terus-menerus tidak dilarang karena tidak diatur dalam sebuah peraturan.  

"Karena yang harus ditarik itu adalah presidennya yang boleh dua kali, tapi kalau partainya mau menang terus, enggak ada aturan enggak boleh. Itulah yang saya inginkan," kata Megawati.

Baca Juga: PDIP Persilakan Kader Minggat jika Tak Sabar Tunggu Putusan Megawati Soal Capres

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU