> >

Pelaksanaan Event Jadi Pemantik dan Pembuat Citra Suatu Destinasi Wisata

Sapa indonesia pagi | 13 November 2021, 10:12 WIB
Pelaksanaan suatu event atau kegiatan, khususnya yang bersifat internasional merupakan pemantik dan pembuat citra pada suatu destinasi wisata. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pelaksanaan suatu event atau kegiatan, khususnya yang bersifat internasional merupakan pemantik dan pembuat citra suatu destinasi wisata.

Rizky Handayani, Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Parekraf Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menjelaskan, event internasional seperti World Superbike (WSBK) di Mandalika sangat besar potensinya di Indonesia.

“Kita tahu bahwa event secara keseluruhan sebagian besar untuk pemantik sebenarnya, pemantik dan citra suatu destinasi. Untuk event ini (WSBK) sangat besar potensinya di Indonesia, karena market domestik kita sendiri sudah sangat besar,” jelasnya dalam acara Sapa Indonesia Akhir Pekan Kompas TV, Sabtu (13/11/2021).

Menurutnya, dengan menggelar ajang internasional di Indonesia, diharapkan penyelenggara dapat melihat bahwa kita mempunyai potensi besar.

Baca Juga: Soal Pembukaan Boks Motor Ducati, Kemenparekraf Sebut Harus Jadi Pembelajaran Semua Pihak

Sehingga nantinya Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah pelaksanaan event otomotif, tetapi juga berdampak pada industri otomotif di Indonesia.

“Dan ujung-ujungnya nanti tidak hanya event motornya, tetapi juga industri otomotif di Indonesia.”

Sirkuit Mandalika juga diharapkan dapat menampung para pebalap liar yang ingin menyalurkan bakatnya dan menuai prestasi bagi Indonesia.

“Saat ini kan kita juga mengharapkan pembalap liar di jalan mempunyai tempat ke depannya untuk mereka kemudian menjadi ajang prestasi untuk Indonesia ke depan.”

Jika dilihat lebih luas, kata Rizky, penyelenggaraan event olahraga otomotif internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menjadi peluang untuk provinsi tersebut agar bisa memanfaatkan potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ataupun industri terkait otomotif.

Selain itu, diharapkan pula lahir para profesional dan juga montir berlisensi dari NTB.

Mengenai hal yang harus disiapkan dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif, dia menyebut pihaknya telah menyiapkan beberapa hal terkait sumber daya manusia, serta UMKM.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU