> >

Awas! Ada 9.000 Situs Web di Indonesia Wajib Diwaspadai, BPIP: Mengandung Konten Radikalisme

Agama | 27 November 2021, 16:30 WIB
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ada 90.000 situs web saat ini terkait radikalisme di Indonesia. (Sumber: E. Siagian/Kompas.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Achmad Uzair Fauzan mengajak masyarakat agar lebih hati-hati ketika mengakses konten di internet, khususnya terkait dengan agama.

Secara khusus, ia pun mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berhati-hati memahami konten keagamaan di internet karena tidak semuanya tepat, bahkan kata dia, ada yang mengandung radikalisme.

Ia pun mengutip temuan dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang konten radikalisme yang ada di internet.

Dalam temuan itu, kata dia, ada ribuan konten di internet yang mengandung bahaya terkait radikalisme.

Hal itu diungkapkan Uzair dalam webinar nasional bertajuk Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Melalui Pembentukan Karakter Pancasila pada Mahasiswa yang disiarkan langsung di kanal YouTube HMPE UNY, dipantau dari Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

“Ada 9.000 situs web yang mengandung konten radikalisme. Padahal, tercatat 54,87 persen generasi muda mencari referensi keagamaan melalui internet,” ujarnya sebagaiman dikutip KOMPAS.TV dari Antara.

Baca Juga: NU Jelaskan Langkah agar Anak-anak Tidak Terjerumus Radikalisme

Hanya 10 Persen Konten di Internet yang Bisa Dipercaya

Uzair yang merupakan Dosen UIN Sunan Kalijaga itu lantas menjelaskan, tidak semua hal di internet itu bisa dipercaya dan bisa dijadikan referensi.

Menurutnya, dari jutaan konten yang ada dalam internet saat ini Cuma 10 persen yang bisa dipercaya. Sisanya, kata dia, adalah konten yang berisikan hoaks maupu yang sulit diverifikasi kebenarannya.

"Ada juga riset yang mengatakan bahwa hanya 10 persen dari dunia internet itu yang bisa diandalkan. Sebanyak 90 persen lainnya hoaks dan tidak bisa diverifikasi kebenarannya," katanya.

Oleh karena itu, catatan-catatan tersebut sudah sepatutnya menjadi peringatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memahami konten-konten, terutama konten keagamaan yang disebarluaskan di internet.

"Pihak yang menulis di situs web, blog, atau media sosial itu belum tentu berdasarkan pada sumber yang tepat," kata Achmad Uzair Fauzan.

Baca Juga: Kominfo Minta Masyarakat Adukan Konten yang Bersifat Radikalisme dan Terorisme di Internet

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU