> >

Dulu Dagangan Jenderal Dudung Ditendang Tamtama, Kini Anggota TNI Terlibat Baku Hantam di 3 Tempat

Peristiwa | 30 November 2021, 17:05 WIB
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menceritakan saat remaja mengalami kekerasan oleh anggota TNI. (Sumber: Youtube KOMPAS.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengaku pernah mengalami pengalaman tak mengenakkan dengan anggota TNI saat kecil. Kini, masyarakat Indonesia malah melihat anggota TNI di sejumlah tempat terlibat bentrok.

Insiden pertama adalah bentrok di Ambon antara anggota TNI AD Provost Denmadam XVI/PTM dengan anggota Satlantas Polresta Ambon pada Rabu 24 November 2021 lalu.

Baku hantam itu terjadi karena tentara itu tak terima saudaranya mendapat sanksi tilang dari polisi. Saat kedua belah pihak sudah berdamai, muncul insiden lain di tempat berbeda.

Baca Juga: Penembakan di Tol Bintaro, Pelaku Anggota PJR Polda Metro Jaya Berpangkat Ipda

Ada bentrok di Tembagapura Kabupaten Mimika antara anggota TNI AD dari Satgas Nanggala dengan anggota Polri dari Satgas Amole Brimobda Aceh pada Sabtu 27 November 2021 karena harga rokok.

Di hari yang sama, anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/TS dengan anggota TNI AL dari Batalyon 10 Marinir pun terlibat baku hantam di Jembatan Barelang, Batam.

Ketiga adegan baku hantam aparat negara itu terekam masyarakat dan viral di media sosial. Warga di sekitar lokasi kebanyakan takut menyaksikan perkelahian antar aparat negara itu.

Atas ketiga insiden tersebut Kapuspen TNI Mayjen Prantara Santosa mengatakan saat ini semua anggota TNI yang terlibat dalam ketiga insiden tersebut sedang menjalani proses hukum.

"Pusat Polisi Militer TNI Bersama-sama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait sedang melakukan proses hukum terhadap semua anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," kata Prantara, Selasa (30/11/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

"TNI juga sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," imbuhnya.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Gading-Persada

Sumber : Tribunnews.com


TERBARU