> >

Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Tembus 2.129 Orang, BOR Pasien Corona Merangkak Naik

Update corona | 11 Januari 2022, 12:29 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. Omicron terdeteksi di Indonesia. (Sumber: Shutterstock/angellodeco/Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, memaparkan, ada penambahan kasus aktif Covid-19 sebanyak 255 kasus sehingga kini jumlah kasus aktif di Jakarta sejumlah 2.129 orang per Senin (10/1/22). 

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.603 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," kata Dwi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (11/1/22). 

Berdasarkan data Dinkes DKI, penambahan kasus positif per Senin kemarin yakni sebanyak 360 orang di mana 259 di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. 

"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.292 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 360 positif dan 10.932 negatif," kata Dwi. 

Baca Juga: Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Meningkat karena Omicron, Wagub DKI: Kami Sudah Siap

Sementara itu, kasus Omicron di Jakarta tercatat sebanyak 407 orang dengan 86 persen di antaranya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri. 

"Dari 407 orang yang terinfeksi, 86 persennya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 57 lainnya adalah transmisi lokal," katanya. 

Keterangan terakhir dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit Covid-19 di Jakarta kini sudah menyentuh 9 persen setelah sebelumnya sempat turun di angka 4 persen. 

"Memang perlu kami sampaikan belakangan ada peningkatan terkait dengan BOR, sekarang BOR-nya, per 9 Januari meningkat jadi 9 persen," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/1/22). 

Baca Juga: Kasus Omicron Jakarta Tembus 400, Epidemiolog: Potensi Gelombang Ketiga Meningkat

Riza menjelaskan, dari 3.385 tempat tidur yang tersedia, sebanyak 348 sudah terisi.

"Dari 3.385 tempat tidur, terpakai 348 ya, ada peningkatan dari yang tadinya sudah turun sampai di 4 persen," katanya.

Keterisian ruang perawatan intensif atau ICU juga mengalami peningkatan dari 4 persen menjadi 5 persen. 

"Begitu juga ICU, dari 604 sudah terpakai 31, ini sedikit peningkatan," katanya. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU