> >

Bertambah, 43 Sekolah di Jakarta Ditutup karena Temuan Kasus Covid-19

Peristiwa | 19 Januari 2022, 16:04 WIB
Ilustrasi seorang murid sedang belajar tatap muka di sekolah. Sebanyak 43 sekolah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen karena temuan kasus Covid-19. (Sumber: DEFRIATNO NEKE )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sebanyak 43 sekolah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen karena temuan kasus Covid-19. 

"PTM total sampai dengan hari ini, 19 Januari jam 10, ada 43 sekolah (yang ditutup)," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/1/22). 

Angka ini bertambah dari sebelumnya sebanyak 39 sekolah ditutup per Selasa (18/1/22). 

Dari 43 sekolah tersebut, kata Riza, ada 72 kasus Covid-19 yang ditemukan, 67 merupakan peserta didik, dua tenaga kependidikan dan tiga tenaga pendidik.

Baca Juga: Dirjen GTK Sebut Kepala Sekolah Disyaratkan Kantongi Sertifikat Guru Penggerak, Ini Alasannya

Saat ini, sebanyak 28 sekolah sudah kembali dibuka dan kembali menggelar PTM 100 persen setelah setidaknya ditutup selama 5 hari untuk melakukan tracing dan penyemprotan disinfektan. 

"Dari 43 (sekolah), sampai dengan hari ini yang selesai penghentian PTM (kembali gelar PTM 100 persen), ditutup itu tinggal 15 (sekolah)," kata dia.

Riza mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya klaster Covid-19 karena PTM 100 persen.

"Dari data itu, rata-rata sekolah itu ada satu sampai dua (kasus). Ada sekolah yang tiga (kasus), tapi rata-rata satu (kasus). Itu artinya penularan tidak terjadi di sekolah, tetapi di rumah atau di perjalanan," paparnya. 

Lebih lanjut, Riza menegaskan, PTM 100 persen masih akan berjalan di Jakarta karena sesuai dengan SKB 4 Menteri yang menyebut PTM boleh digelar di wilayah berstatus PPKM Level 1 dan Level 2. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU