> >

Warga Kampung Miliarder Tuban Tagih Janji ke Pertamina, Ini 5 Tuntutan yang Harus Dipenuhi

Peristiwa | 26 Januari 2022, 08:47 WIB
Aksi warga enam desa di kilang minyak Pertamina GRR Tuban. (Sumber: TribunJatim.com/ M Sudarsono)

TUBAN, KOMPAS.TV - Sejumlah warga yang berada di 6 desa yakni Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur membentuk aliansi dan melakukan unjuk rasa guna menagih janji kepada Pertamina, Senin (24/1/2022) kemarin.

Unjuk rasa itu dilakukan dengan melibatkan sekitar 100 massa gabungan karang taruna 6 desa menyoal PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP) yang dinilai tak kooperatif.

Kumpulan warga diketahui berasal dari 'desa miliarder' yang sempat viral tahun lalu usai warganya memborong ratusan mobil setelah mendapatkan ganti untung dari pembebasan lahan.

Baca Juga: Tagih Janji Pertamina, Kades di Kawasan Proyek Kilang Tuban Ancam Lapor Pegawai ke Ahok

Massa aksi membawa 5 tuntutan yang ditujukan ke perusahaan patungan Pertamina dan Rosneft asal Rusia. Seperti diberitakan Kompas.com, Koordinator lapangan aksi, Suwarno menyampaikan tuntutan itu.

"Aksi ini adalah buntut dari keidak terbukaan Pertamina terhadap desa di ring perusahaan. Kita mendesak tuntutan direalisasikan," jelas Suwarno.

Berikut 5 tuntutan warga 'desa miliarder' di Tubah yang ditujukan ke Pertamina:

Pertama, memprioritaskan warga terdampak terkait rekrutmen security (keamanan).

Kedua, semua vendor yang ada di Pertamina di dalam rekruitmen tenaga kerja harus berkoordinasi dengan desa.

Ketiga, sesuai dengan janji dan tujuan pembangunan, pertamina harus memberi kesempatan dan edukasi terhadap warga terdampak.

Baca Juga: Warga Kampung Miliader Tuban Tagih Janji Pertamina, Dibujuk Jual Tanah dan Dapat Kerja, Ternyata ...

Keempat, jika Pertamina bisa mempekerjakan pensiunan yang notabennya usia lanjut, mengapa warga terdampak yang harusnya diberdayakan malah dipersulit untuk bekerja dengan dalih pembatasan usia.

Kelima, keluarkan vendor maupun oknum di lingkup project pertamina yang tidak pro terhadap warga terdampak.

Terpisah, Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) Kadek Ambara Jaya menanggapi pihak perusahaan tetap berkomitmen dan proaktif melibatkan tenaga lokal dalam proses pembangunan Kilang GRR Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga: Warga Kampung Miliarder Tuban Kini Menyesal Jual Tanah ke Pertamina

"Pelaksanaan pekerjaan land clearing tahap ke-1 hingga ke-3 sendiri telah melibatkan lebih dari 600 warga sekitar proyek," kata Kadek dalam keterangan tertulis.

Pihaknya mengatakan melakukan seleksi terkait kebutuhan tenaga kerja yang memerlukan kompetensi tertentu.

Seleksi aakan dilakukan dan diperoleh putra daerah sebagai calon pekerja yang sehat jasmani dan rohani, dispilin, profesional, dan kompeten.

"Ini merupakan harapan besar kami bahwa para calon tenaga kerja yang kami rekrut dapat menjadi representasi warga Tuban yang membanggakan," tutur Kadek Ambara.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas.com


TERBARU