> >

Pimpinan Komisi IX Desak Pemerintah Perbanyak Tempat Isolasi Mandiri di Jakarta

Politik | 28 Januari 2022, 13:43 WIB
Seorang perawat RSUD Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, memeriksa kasur ketika menyiapkan tempat tidur tambahan seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19, Rabu (16/6/2021). (Sumber: Kompas.id/RONY ARIYANTO NUGROHO )

"Jika berkaca pada kasus di Amerika Serikat yang mengalami kenaikan penularan varian Omicron 3 kali lipat daripada Delta, kasus harian di Indonesia bisa mencapai ratusan ribu, dan DKI Jakarta bisa tembus puluhan ribu kasus harian," ujarnya.

Politikus PDIP itu menilai jika BOR tidak dikendalikan sejak awal dengan melipatgandakan tempat isolasi terpusat, dikhawatirkan layanan kesehatan faskes bisa kolaps ketika jumlah kasus Omicron mencapai puncaknya.

Baca Juga: BSN Tetapkan Standar Gas Medis untuk Isolasi Mandiri, Cek Daftarnya agar Aman

"Sekarang waktunya belum terlambat bagi pemerintah untuk melipatgandakan tempat isolasi terpusat, sambil mempersiapkan segala skenario menghadapi puncak penularan Omicron." 

"Skenario yang matang tentu akan membuat masyarakat tenang, tidak mudah panik, agar kita sama-sama bisa melewati badai Omicron, yang diprediksi banyak ahli sebagai fase transisi pandemi menuju endemi Covid-19," kata Charles.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, keterisian tempat tidur isolasi atau BOR pasien Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 45 persen.

"Untuk keterisian ICU itu 14 persen, keterisian isolasi (BOR) itu 45 persen," kata Dwi saat dihubungi, Kamis (27/1/22).

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU