> >

Sakit Kepala dan Pusing Bisa Jadi Gejala Omicron, Ini Ciri-Cirinya

Kesehatan | 8 Februari 2022, 14:13 WIB
Ilustrasi sakit kepala akibat Omicron. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Spesialis saraf Primaya Hospital Bekasi Utara, Sesmi Betris mengungkapkan bahwa ada perbedaan sakit kepala dan pusing biasa dengan gejala Omicron.

Seperti diketahui, beberapa pasien mengeluhkan nyeri atau sakit kepala dan pusing saat terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Studi menunjukkan, 60-75 persen pasien yang terpapar Omicron mengalami sakit kepala dan pusing.

Meski sakit kepala bukan gejala utama, Sesmi Betris menjelaskan bahwa hal tersebut menandakan berlangsungnya proses infeksi virus Covid-19.

Baca Juga: Dokter Ungkap Golongan yang Tak Perlu Khawatir Saat Terinfeksi Varian Omicron

Penyebab Sakit Kepala Akibat Omciron

Proses infeksi tersebut meliputi beberapa mekanisme, termasuk sekresi protein yang melibatkan sitokin proinflamasi dan kemokin.

Dua hal ini menjadi penanda infeksi yang ujung-ujungnya memicu rasa nyeri pada kepala.

Mekanisme yang lain adalah substansi pirogenik pada demam yang kemudian mengaktivasi mediator inflamasi seperti sitokin, glutamat, dan nitrit oksida.

“(Mekanisme-mekanisme tersebut) dipercaya menimbulkan nyeri kepala pada infeksi,” jelas Sesmi Betris, mengutip Kompas.com, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga: Omicron Melonjak, Pemerintah: Rem Darurat Belum Perlu Ditarik

Ciri-ciri Sakit Kepala Akibat Omicron

Lantas, apa perbedaan sakit kepala biasa dengan sakit kepala Omicron?

Sesmi menegaskan bahwa sakit kepala yang dirasakan dalam gejala Omicron umumya lebih kepada nyeri di bagian kepala, bukan pusing yang membuat penderitanya merasa seperti berputar.

“Rata-rata orang bilang (kepala) pusing, tapi sebenarnya nyeri kepala. Kalau pusing berputar itu seperti vertigo,” tegasnya.

Selain itu, Sesmi mengatakan bahwa sakit kepala akibat Omicron memiliki ciri-ciri rasa tertekan dan  berdenyut, serta berlangsung 3-7 hari.

Dalam beberapa kasus, sakit kepala ini dapat bertahan bahkan setelah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19

Sakit kepala Omicron juga dapat berupa sakit kepala berat, terjadi di kedua sisi bukan di satu area kepala, dan terasa menusuk.

Baca Juga: Aturan Baru Kemenag Ibadah di Tengah Omicron: Ceramah 15 Menit, Bumil dan Lansia 60 Tahun di Rumah

Perlu Diagnosis Lain

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa pasien Omicron yang mengalami sakit kepala biasanya mengalami gangguan saluran pernapasan.

Menurutnya, sakit kepala tersebut merupakan reaksi tubuh yang mengalami peradangan saat melawan virus.

"Biasanya karena varian Omicron lebih banyak menginfeksi saluran pernapasan atas, maka bisa terjadi keluhan-keluhan yang terkait dengan saluran pernapasan atas, misalnya gejala pilek, nyeri tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan demam," jelas Reisa.

Reisa menegaskan, warga yang mengalami gejala sakit kepala perlu lebih hati-hati.

Di sisi lain, penting untuk mengamati gejala lain yang berkaitan dengan Omicron.

“Tapi biasanya kalau disertai dengan gejala yang tadi saya sebutkan, maka bisa saja ini termasuk gejala Covid-19,” tandasnya.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU