> >

Pemprov DKI Terima Aset Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Berkapasitas 700 KW dari BRIN

Peristiwa | 21 Februari 2022, 15:34 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima aset Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Senin (21/2/22).

"Ini adalah sebuah terobosan yang amat baik. Kami sampaikan terima kasih apresiasi pada BRIN," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 yang digelar daring, Senin.

PLTSa “Merah Putih” itu berada di TPST Bantargebang yang nantinya mampu mengolah sampah maksimum 100 ton per hari menghasilkan energi listrik 700 KW.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Targetkan Olah 2.000 Ton Sampah Jadi 750 Ton Bahan Bakar Alternatif Per Hari

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Mego Pinandito mengatakan, proyek tersebut merupakan hasil penelitian para peneliti BRIN.

DKI Jakarta, kata dia, merupakan kota pertama dari 12 kota besar Tanah Air yang diprioritaskan mendapatkan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik yang berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Pencemaran emisi udara dapat dikendalikan di bawah baku mutu,” kata Mego.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, ini akan menjadi pilot projcet antara Pemprov DKI dengan BRIN.

"Hal ini menjadi pilot project antara BRIN dengan DKI Jakarta. Kami mengapresiasi ini, sebuah pembangkit lisrik berbahan bakar sampah karya putra-putri terbaik bangsa,” jelas Asep.

Baca Juga: Anies: Ada Sekitar 7.800 Ton Sampah Setiap Hari di Jakarta

Dia mengatakan, PLTSa tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi DKI menggunakan teknologi insinerator untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala lebih besar.

“PLTSa Merah Putih memberikan pembelajaran kepada DKI dalam pengolahan sampah secara termal dengan teknologi insinerator guna implementasi fasilitas pengolahan sampah sejenis skala besar atau Intermediate Treatment Facility masa mendatang,” katanya.

Penulis : Hasya Nindita Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU