> >

Simak! Ini 10 Efek Long Covid-19 pada Pasien Tanpa Gejala, Mudah Lelah hingga Mood Swing

Kesehatan | 23 Maret 2022, 13:59 WIB
Ilustrasi gejala long covid pada pasien tanpa gejala di antaranya mudah lelah dan perubahan mood. (Sumber: Kontan.co.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gejala long Covid tidak hanya bisa dialami oleh pasien yang menderita gejala berat dan sedang, namun juga pada orang yang bergejala ringan.

Long Covid adalah kondisi di mana seorang penyintas Covid-19 masih merasakan gejala dalam jangka waktu yang lama, bahkan setelah dinyatakan sembuh.

Gejala paling umum Covid-19 di antaranya adalah demam, sesak, lemas, nyeri otot, serta diare. 

Setiap pasien dapat mempunyai gejala yang berbeda. Bahkan pada kasus tanpa gejala, pasien Covid-19 bisa tidak merasakan masalah kesehatan apapun.

Baca Juga: Waspada! Dokter Ungkap Bagian Paru-paru yang Rusak Akibat Covid-19

Saat ini tenaga kesehatan tidak hanya menghadapi orang-orang yang positif Covid-19 tanpa gejala namun juga risiko long Covid.

Hal itu dijelaskan oleh Dokter spesialis paru dan pernapasan, dr. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, dari Ikatan Dokter Indonesia

Berikut gejala pasca-Covid-19 yang dialami oleh seseorang sebelumnya terinfeksi dengan gejala ringan dan tanpa gejala apapun.

1. Batuk berdahak/kering
2. Sesak napas
3. Keterbatasan aktivitas
4. Lekas lelah
5. Sakit kepala
6. Nyeri otot dan persendian
7. Perubahan rasa dan penciuman
8. Perubahan mood
9. Nyeri dada
10.Tenggorokan sakit

Selain itu, gejala long Covid juga ditandai dengan adanya kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi. 

Efek long Covid pasien tanpa gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah batuk serta hilangnya indra perasa dan penciuman, yakni 32 persen.

Apa yang dilakukan jika mengalami gejala long Covid?

dr Amira berpesan bahwa untuk menegakkan diagnosis gejala pasca-Covid-19 atau long covid, penyintas disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca Juga: Ini 5 Gejala Omicron yang Paling Sering Terjadi

"Konsultasi setelah terinfeksi Covid-19 sangat diperlukan, terutama pada pasien-pasien yang memiliki komorbid, agar para penyintas Covid-19 dapat kembali pulih sepenuhnya dan melakukan aktivitasnya kembali seperti semula," ujar dr Amira melansir Antara, Rabu (23/3/2022).

Penyintas juga harus melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes PCR ulang, pemeriksaan darah, radiologi, rekam jantung, dan pemeriksaan uji fungsi paru. 

Pemeriksaan ini berguna untuk membantu menegakkan diagnosis, guna menangani gejala-gejala long Covid yang masih dirasakan.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU