> >

Ketua DPRD DKI Sorot Transparansi soal Penghuni Kampung Susun Bayam, Begini Katanya

Peristiwa | 10 Mei 2022, 14:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Susun Bayam di Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (7/4/22). (Sumber: Dok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menanggapi terkait dengan dimulainya pembangunan Kampung Susun Bayam di Pademangan, Jakarta Utara. 

Pras, begitu ia akrab disapa, menilai, Kampung Bayam yang berlokasi di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) itu merupakan mess karyawan JIS. 

Padahal, Kampung Bayam dicanangkan sebagai permukiman bagi warga yang terdampak pembangunan JIS. 

"Total ada 642 kepala keluarga (KK) yang dulu tinggal di Kampung Bayam. Dari jumlah itu sebanyak 135 KK bekerja di JIS. Para pekerja inilah yang bakal menempati Rusun Kampung Bayam itu," jelas Pras dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (10/5/22). 

Baca Juga: Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampung Susun Bayam, Ditargetkan Selesai September 2022

Diketahui, pada saat peletakkan batu pertama pembangunan Kampung Susun Bayam Sabtu (7/5/22) lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan ini membawa pesan bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan pembangunan yang memfasilitasi semua.

Pembangunan ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa warga mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk warga Kampung Bayam yang berada di dekat JIS.

"Semua mendapat kesempatan yang sama untuk masa depan yang cerah dan Pemprov DKI menjunjung tinggi kesetaraan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk nyata untuk warga Kampung Bayam,” kata Anies, dalam keterangan resmi, Sabtu lalu. 

Namun, Pras menilai Anies tidak transparan soal siapa yang akan menghuni rusun tersebut. 

Menurut Pras, sampai sekarang Pemprov belum punya solusi bagi warga yang membuat bedeng di pinggir rel sebelah stadion.
 
"Kehidupan warga di bedeng itu sangat kontras dengan kemegahan JIS. Jadi jangan bicara keadilan sosial kalau JIS bermewah-mewah sementara tetangganya kesusahan," kata dia. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU