> >

Data Kemenkes: 10 Kasus Diduga Hepatitis Akut Ditemukan di Enam Provinsi, 4 Meninggal Dunia

Kesehatan | 20 Mei 2022, 16:37 WIB
Ilustrasi - Ditemukan 114 kasus suspect jaundice (sakit kuning) akut di Provinsi Jawa Timur. Sakit kuning diketahui menjadi satu dari sekian gejala penyakit hepatitis akut. (Sumber: Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan 10 kasus yang diduga hepatitis akut yang tersebar di enam provinsi.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menjelaskan, 10 kasus yang diduga hepatitis akut ini berdasarkan data hingga 19 Mei 2022 dengan klasifikasi, satu kasus probable dan sembilan pending klasifikasi.

Sebanyak 10 kasus yang diduga hepatitis akut tersebut terdeteksi di DKI Jakarta (4 kasus), Sumatera Barat (1 kasus), Jambi (1 kasus), Bali (1 kasus), Jawa Timur (2 kasus), dan Bangka Belitung (1 kasus).

Baca Juga: Transplantasi Hati untuk Anak Sangat Rumit, Waspadai Penyakit Hepatitis Akut Sedini Mungkin

"Meninggal jadi 4 orang dan 6 orang masih dirawat," ujar Syahril, Jumat (20/5/2022), dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya menurut data Kemenkes pada 17 Mei 2022, terdapat 14 kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia dengan klasifikasi satu probable dan 13 pending klasifikasi.

Sebanyak 14 kasus dugaan kasus hepatitis akut ini terdeteksi di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara satu kasus (pending klasifikasi), Sumatera Barat satu kasus (pending klasifikasi).

Jambi satu kasus (pending klasifikasi), DKI Jakarta satu kasus (probable), tujuh kasus (pending klasifikasi), dan Jawa Timur tiga (pending klasifikasi).

Baca Juga: Hepatitis Akut Misterius Merebak, Pemprov DKI Pilih Tetap Gelar PTM

Dari total 14 kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia, 6 orang di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 6 pasien meninggal dunia tersebut terdiri dari 1 kasus probable dan 5 pending klasifikasi.

Adapun rincian usia 6 pasien meninggal yaitu usia 2 bulan, 8 bulan, 9 bulan, 1 tahun, 8 tahun, dan 14 bulan.

Antisipasi saat PTM

Penyakit hepatitis akut berat ini menyerang atau berdampak pada anak usia di bawah 16 tahun. Kemenkes telah menyiapkan berbagai antisipasi pencegahaan penyakit tersebut di lingkungan sekolah.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU