> >

Kemenkes Ungkap Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari, Apa Saja?

Kesehatan | 28 Juni 2022, 17:20 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia WHO hari Selasa, (14/6/2022) secara resmi akan mengganti nama penyakit cacar monyet, mengingat kekhawatiran tentang stigma dan rasisme seputar virus yang telah menginfeksi lebih dari 1.600 orang di lebih dari dua lusin negara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membeberkan gejala Cacar Monyet yang telah menginfeksi ribuan orang di sejumlah negara meski kasusnya belum ditemukan di Indonesia. (Sumber: Straits Times)

"Ini yang khasnya, yaitu demam tinggi, kemudian sakit kepala yang berat, dan ada benjolan pembesaran kelenjar limfe di leher, ketiak, atau selangkangan, dan ada sakit-sakit otot termasuk pegal-pegal," tutur Syahril.

Masa Erupsi (1-3 hari)

Gejala kedua adalah masa erupsi selama 1-3 hari usai masa invasi. Saat masa erupsi akan muncul tanda berupa ruam-ruam pada kulit.

Syahril menyampaikan, ruam paling banyak terjadi pada wajah, yaitu sekitar 95 persen.

Selain itu, ruam juga terjadi di telapak tangan dan kaki (75 persen), mukosa (70 persen), alat kelamin (30 persen), serta selaput lendir mata (20 persen).

Baca Juga: UNAIDS: Jangan Biarkan Penanganan Wabah Cacar Monyet Jadi Sulit Dilakukan Karena Stigma!

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Kompas.com


TERBARU