> >

Jakpro Butuh Setidaknya Rp50 Miliar per Tahun untuk Biaya Operasional JIS

Peristiwa | 28 Juni 2022, 16:58 WIB
Interior Stadion JIS (Jakarta International Stadium). (Sumber: kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto mengungkapkan bahwa Jakarta International Stadium (JIS) membutuhkan Rp50-60 miliar per tahun untuk biaya operasional. 

Hal ini ia sampaikan pada saat rapat komisi bersama dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta. 

"Per tahunnya sekitar Rp50-60 miliar, itu biaya untuk house keeping, security (keamanan), mechanical (mekanis), plumbing (perpipaan), kan ada lampu itu per tahun termasuk utilitas juga asuransi bangunan itu masuk biaya operasional," kata Widi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/6/22). 

Baca Juga: JIS Tak Segera Diresmikan, Gubernur Anies Beri Jawaban Seperti Ini

Widi menjelaskan, pengelolaan operasional JIS akan menjadi tanggung jawab Jakpro yang nantinya akan bekerja sama dengan sejumlah anak perusahaan Jakpro. 

"Jadi kami mengelola JIS tidak divendorkan," kata Widi.

Di luar biaya operasional, Jakpro juga perlu membukukan setidaknya Rp150 miliar untuk biaya depresiasi dengan kekuatan bangunan selama 30 tahun. 

"Depresiasi itu kalau kita beli satu kendaraan atau elektronik. Elektronik itu kalau sudah 5 tahun dianggap menyusut nanti pasti 0 karena harus diperbarui lagi. Itulah biaya-biaya yang dalam pembukuan," kata Widi. 

Maka, jika ditotal dengan biaya operasional, JIS setidaknya perlu mendapatkan Rp200 miliar per tahunnya untuk pencatatan biaya depresiasi dan biaya operasional 

"Kami hitung biaya depresiasi dan operasi pemeliharaan itu lebih dari 200 M per tahun. Paling besar memang depresiasi 150 M itu yang mungkin harus kita bahas bersama dari mana kami bisa mendapatkan revenue untuk menutup tersebut," kata Direktur Bisnis Jakpro Gunung Kartiko pada kesempatan yang sama. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU