> >

Karut Marut Transparansi Donasi untuk Buruh Gendong Yogyakarta

Peristiwa | 25 Juli 2022, 11:32 WIB
Buruh gendong di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. (Sumber: UAD)

Kendati DU-BGP telah menyetop kegiatan sejak awal tahun ini, Berkah tetap mengoperasikan dapur umum yang kini bernama Dapur Keliling. Dalam keterangan di laman Twitternya, publikasi terbaru menunjukkan dapur umum membantu korban banjir di Bulumanis Kidul, Pati, Jawa Tengah, pada Jumat (15/7).

Gerakan yang dinaungi Berkah itu juga terus membuka donasi melalui platform Kita Bisa menggunakan nama Sister in Danger. Hingga Senin (25/7) jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp 24.982.271 dari target Rp 200 juta.

Sementara terkait transparansi dana di DU-BGP, Berkah mengklaim telah menyelesaikan Laporan Tahap 1 hingga 13 atau periode 19 Oktober 2020- 18 Maret 2022. 

"Kami memang sudah merencanakan jadwal khusus untuk meuncirkan LPJ tersebut pada akhir Juli 2022" terang Berkah.

Ia mengakui tak bisa langsung menyelesaikan LPJ karena langsung turun ke lapangan bersama tim Dapur Umum/Dapur Keliing. 

Menurutnya butuh waktu yang tak sebentar merapikan catatan keuangan beserta bukti-bukti transaksi Dapur Umum yang berlangsung sepanjang 1,5 tahun.

Pembelajaran Untuk Jaringan Masyarakat Sipil

Elanto menegaskan bahwa kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi jaringan masyarakat sipil.

"Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus benar-benar konsisten dijalankan dalam setiap langkah gerakan, yang tidak bisa sekadar klaim telah berjuang di jalan kemanusiaan," jelas Elanto.

Baca Juga: Kronologi Relawan Dapur Umum Buruh Gendong Perempuan Yogyakarta Gugat Perkumpulan Simponi

DU-BGP merupakan gerakan yang membantu penyediaan sarapan atau makan siang kepada kelompok ekonomi rentan, salah satunya buruh gendong di pasar-pasar.

Elanto menjelaskan bahwa dalam rentang Oktober 2020 hingga Desember 2021, DU-BGP telah melakukan 11 tahap penyaluran donasi yang melibatkan relawan dengan berbagai latar belakang.

Puluhan ribu paket makanan telah disalurkan kepada buruh gendong di Pasar Beringharjo, Giwangan, Kranggan dan Gamping dalam rentang waktu tersebut.

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU