> >

TAMPAK Minta KPK Bongkar Pusaran Suap Ferdy Sambo: Jangan Ada yang Menari di Atas Jenazah Brigadir J

Peristiwa | 18 Agustus 2022, 08:59 WIB
Kamaruddin Simanjuntak menduga Ferdy Sambo menguras rekening ATM milik Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat senilai Rp200 juta. (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV­- Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) mengatakan tidak ingin ada pihak yang menari di atas jenazah dan darah Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

TAMPAK menginginkan pusaran dugaan suap terkait kasus pembunuhan Brigadir J dengan aktor intelektual Irjen Ferdy Sambo dapat dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke publik.

Demikian Penasihat TAMPAK Saor Siagian dalam keterangannya di Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Kamis (18/8/2022).

“Jangan lagi coba-coba ada yang bermain di pusaran kasus ini, kalau bahasa TAMPAK, jangan sampai ada orang menari diatas jenazah, di atas darah daripada Yosua, karena kita ingin menyelamatkan daripada kepolisian ini,” kata Saor Siagian.

Baca Juga: Tak Hanya Bharada E, Deolipa: Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J dalam Posisi Berlutut dan Ketakutan

TAMPAK sebelumnya diberitakan telah melaporkan Irjen Ferdy Sambo ke KPK atas dugaan suap kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Laporan TAMPAK berangkat dari kesaksian Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo yang mengaku ada upaya pemberian dua amplop coklat tebal dari Irjen Ferdy Sambo melalui stafnya.

“TAMPAK juga melihat ada lagi upaya uang di pusaran kasus ini, misalnya fakta yang menolak adalah LPSK,” ucap Saor.

Bukan hanya LPSK, Saor mengatakan TAMPAK juga mencermati adanya upaya suap Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada sejumlah ajudan hingga sopir yang diduga terlibat pembunuhan.

Baca Juga: Brigadir J Tewas Bukan Hanya soal Asmara, Deolipa: Ada Kebersamaan Elite-Elite Gelap Polisi

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU