> >

Kritik Puan Maharani, Mahasiswa Lakukan Aksi Teatrikal Perayaan Ulang Tahun Ketua DPR di Patung Kuda

Peristiwa | 13 September 2022, 23:55 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tangerang melakukan aksi teatrikal menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2022) petang. (Sumber: Kompas TV/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tangerang melakukan aksi teatrikal menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2022) petang.

Melansir Antara, ketika melakukan aksi teatrikal tersebut, sejumlah mahasiswa tampak mengenakan topeng wajah Ketua DPR RI Puan Maharani, Presiden Joko Widodo, dan beberapa topeng lain.

Mereka seolah-olah menggelar perayaan ulang tahun pimpinan DPR RI yang mendapatkan ucapan dari anggota DPR. 

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, mahasiswi yang mengenakan topeng bergambar wajah Puan Maharani juga memegang tiga poster yang bertuliskan "Rounde 1 RUU KPK", "Rounde 2 RUU Omnibus Law", "Rounde 3 Subsidi BBM Naik".

Aksi teatrikal itu dibuka dengan lagu Selamat Ulang Tahun dari grup band Jamrud melalui pengeras suara. Kemudian, mahasiswa ikut berjoget dan bernyanyi.

Para mahasiswa juga meletakkan kue ulang tahun di barikade kawat berduri yang dipasang aparat kepolisian di Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca Juga: Tak Hanya Tolak Kenaikan BBM, Ini Tuntutan Buruh dan Mahasiswa saat Demo di Kawasan Patung Kuda!

Aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk kritik mahasiswa atas peristiwa kejutan ulang tahun dari anggota DPR untuk Puan Maharani saat rapat paripurna, Selasa (6/9/2022).

Puan mendapat kejutan saat memimpin rapat paripurna. Lagu ulang tahun tiba-tiba bergema di ruang rapat paripurna Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. 

Saat itu, Puan baru saja membacakan pidato dan menyerahkan laporan kinerja DPR tahun sidang 2021-2022. Sementara, ribuan massa buruh dan mahasiswa menggelar unjuk rasa kenaikan harga BBM di luar Kompleks Parlemen. 

Hingga aksi massa selesai pada sore hari, tak ada satu pun perwakilan dari DPR yang datang menemui massa pendemo. 

Selain dari mahasiswa, peristiwa itu juga dikritik oleh kelompok buruh. Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menilai, DPR tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat.

"Hal itu menunjukkan kualitas wakil-wakil rakyat kita tidak peduli lagi atas nasib rakyatnya," ujar Nining, saat demonstrasi di kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/20222), dilansir dari Kompas.com.

Baca Juga: Demo Kenaikan Harga BBM, Dua Kelompok Massa Ricuh di Area Patung Kuda Jakarta

Nining menegaskan, seharusnya saat itu anggota DPR menemui dan mengapresiasi massa buruh yang memperjuangkan hak warga negara dengan meminta pemerintah menurunkan harga BBM.

Namun, lanjut dia, wakil rakyat itu justru bersuka cita dengan merayakan hari ulang tahun Puan di ruang rapat paripurna Gedung DPR.

"Rakyat sedang menderita, rakyat sedang menangis, Ibu Pertiwi sedang berduka, justru wakil-wakilnya berpesta pora dengan merayakan anniversary," ucap Nining.

"Inilah bentuk ketidakpekaan wakil rakyat dan pemerintah terhadap rakyatnya," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, massa aksi yang terdiri dari buruh dan mahasiswa itu menyuarakan lima tuntutan.

Pertama, menolak kenaikan harga BBM dan bahan pokok. Kedua, meminta pemerintah mencabut Omnibus Law cipta kerja dan turunannya.

Ketiga, menolak UU pembentukan peraturan perundang-undangan atau UU P3. Keempat, menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Kelima, menolak revisi UU sistem pendidikan nasional atau Sisdiknas.

 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Kompas.com/Antara


TERBARU