> >

Dari Anies Baswedan sampai Ganjar, Ini Bakal Capres Terbaru dari Tiap Partai, Publik Punya Pilihan

Rumah pemilu | 4 Oktober 2022, 07:06 WIB
Arsip foto Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Masing-masing dari ketiga sosok itu telah ditetapkan oleh partai sebagai bakal capres 2024. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah partai telah mengumumkan bakal calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Terbaru, ada Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang dideklarasikan sebagai bakal capres pada Senin (3/10/2022).

Anies Baswedan, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga 16 Oktober mendatang, diumumkan sebagai capres Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, pada Senin siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best. Inilah mengapa akhirnya, Nasdem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan," kata Surya Paloh.

Sekitar enam jam kemudian, giliran partai nonparlemen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai capres, ditemani Yenny Wahid sebagai cawapres usulan mereka.

Pengumuman itu disampaikan oleh Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI.

"Dari hasil Rembuk Rakyat, kami mengumumkan bahwa PSI akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024," kata Grace.

Baca Juga: Pakar Komunikasi Politik UGM: Deklarasi Bacapres Anies Tunjukkan Nasdem Dapat Dukungan Parpol Lain

Jauh sebelum penetapan kedua sosok di atas, partai lain juga sudah menetapkan bakal capresnya.

Sebagai contoh, Prabowo Subianto. Menteri Pertahanan RI tersebut ditetapkan sebagai bakal capres Partai Gerindra pada pertengahan Agustus 2022.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab, saya menerima permohonan saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai capres Republik Indonesia," ujar Prabowo, Jumat (12/8), di hadapan kader partainya.

Sementara itu, Partai Golkar mantap mengusung Airlangga Hartanto sebagai bakal capres 2024, sebagaimana diungkapkan Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, awal Agustus lalu.

"Kita sudah putuskan, Partai Golkar, Pak Arlangga Hartanto (capres-red), sesuai keputusan rapat pimpinan di forum nasional, itu sudah final," ujar Bambang, Selasa (2/8).

Baca Juga: Ganjar Respons Pendeklarasian Anies sebagai Capres NasDem: Semua Partai Punya Hak

Pengumuman bakal capres yang dilakukan oleh beberapa partai, jauh-jauh hari sebelum dimulainya Pemilu, dinilai membawa keuntungan tersendiri untuk masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Aditya Perdana, dosen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dari Universitas Indonesia.

"Artinya, publik diberi etalase, koalisi pencalonan itu secara terang benderang sejak jauh-jauh hari. Dari sisi itu, tentu baik, sehingga pilihan-pilihan poitik jauh lebih variatif dan menarik," kata Aditya, Senin (3/10), melansir Harian Kompas.

Di sisi lain, penetapan bakal capres tersebut belum final. Sebab, untuk mengangkat seorang tokoh menjadi capres dalam Pemilu 2024, partai diwajibkan memenuhi persyaratan tertentu, sebagaimana dijelaskan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

"Untuk mengusung capres ada aturan presidential threshold 20%, Nasdem belum punya cukup suara, maka harus pandai berkoalisi dengan partai lain," terang Adi, Sabtu (18/6).

Merujuk pada aturan itu, saat ini hanya PDI Perjuangan, satu-satunya partai yang bisa mengusung capres tanpa perlu berkoalisi. Kendati demikian, partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri itu masih belum menetapkan bakal capresnya hingga saat ini.

Baca Juga: Arti Presidential Threshold 20%, Mekanisme Pengajuan Capres & Cawapres, Siapa Partai Terkuat?

 

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Harian Kompas


TERBARU