> >

Pakar: Ekspresi Sambo Marah dan Sangat Tidak Setuju saat Jaksa Sebut Putri Cuek setelah Yosua Tewas

Hukum | 18 Oktober 2022, 20:44 WIB
Ekspresi Ferdy Sambo di sidang perdana menunjukkan rasa marah ketika jaksa menyebut ekspresi Putri Candrawathi cuek setelah Yosua tewas. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ekspresi Ferdy Sambo, terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, saat persidangan menunjukkan rasa marah ketika jaksa menyebut ekspresi Putri Candrawathi cuek setelah Yosua tewas.

Handoko Gani, pakar mikro ekspresi, mengatakan, gerakan menghela napas dan mencoret-coret kertas yang dilakukan Sambo pada sidang perdana, Senin (17/10/2022) dilakukan pada poin-poin tertentu.

Di antara semua gerakan menggaris bawah yang dilakukan, menurutnya ada yang sangat berbeda dengan poin lain.

“Yaitu ketika di bagian terakhir, yaitu dikatakan bahwa PC itu tenang, yang juga pada saat itu dilingkari oleh beliau,” ucapnya dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Selasa (18/10/2022).

Menurutnya, kita tidak mengetahui apa yang dilingkari oleh Ferdy Sambo, tapi gerakan-gerakan itu menunjukkan penegasan ketidaksetujuan yang sangat kentara.

Baca Juga: Begini Cara Sambo Gunakan Relasinya di Kepolisian untuk Tutupi Pembunuhan Yosua!

“Bahkan sesudah itu, kelingking beliau itu keluar. Bahkan saat membuka stabillo pun juga kenceng.”

Saat pembaca acara Frisca Clarissa menanyakan, apakah ada rasa marah saat Sambo melakukan ekspresi tersebut, ia denga tegas menyebut ada.

“Sangat-sangat ada (rasa marah). Artinya pada saat itu, beliau sangat tidak setuju saat JPU mengatakan bahwa Putri tenang, acuh, cuek, padahal ajudannya ini sudah bertahun-tahun bersama beliau.”

Handoko juga merinci waktu-waktu Sambo mencoret-coret kertas yang dipegang, yakni saat penjelasan forensik, bagaimana peluru itu bersarang, keluar, dan seterusnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU