> >

Kemenkes Peringatkan Naiknya Varian Baru Covid-19 yang Bisa Melonjak Awal 2023, Terus Bermutasi

Update corona | 28 Oktober 2022, 05:23 WIB
Grafik sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per tanggal 27 Oktober 2022 (Sumber: Dok. Satgas Covid-19)

Baca Juga: Merebak di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sebut Covid-19 Varian Omicron XBB Telah Masuk Indonesia

Farchanny mengingatkan untuk tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga vaksinasi harus diperkuat, agar bisa mengatasi beragam varian Covid-19 akibat mutasi. 

Hal itu secara ilmiah terbukti dapat meringankan keparahan dan karakter dari virus tersebut.

Ia juga meminta masyarakat tidak meremehkan varian XBB karena tingkat penularannya yang sangat cepat, sehingga Indonesia tidak lagi menghadapi gelombang Covid-19 saat memasuki awal tahun baru 2023.

"Kalau secara global atau di Indonesia, kasusnya ini memang cenderung meningkat. Jadi kami menyampaikan kepada masyarakat Indonesia ayo kita mulai lebih waspada lagi," ujar dia.

Baca Juga: Pemerintah Utamakan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri untuk Program Vaksinasi Nasional, Ada 2 Merek

Sebelumnya Kemenkes mengumumkan tambahan tiga kasus konfirmasi positif sub varian omicron XBB. 

Kasus tersebut merupakan transmisi dari dalam negeri dan luar negeri. Dengan demikian hingga Selasa (25/10) total ada empat pasien semuanya bergejala ringan seperti batuk dan pilek.

Tiga dari empat pasien varian XBB berlokasi di DKI Jakarta dengan dua pasien transmisi lokal dan satu pasien transmisi luar negeri. Sisanya satu pasien lagi berlokasi di Surabaya dengan transmisi luar negeri.

Seluruh pasien bergejala ringan seperti batuk dan pilek. Saat ini seluruh pasien varian XBB sudah sembuh dan hanya melakukan isolasi mandiri, tidak dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan data Cov-Spectrum per tanggal 19 Oktober 2022, enam dari 24 negara yang melaporkan memiliki proporsi kenaikan kasus tertinggi akibat varian XBB adalah Bangladesh 100 persen, Singapura 73,30 persen, India 16,70 persen, Kamboja 7,10 persen, Australia 3,30 persen dan Austria 2,50 persen.

 

Sedangkan delapan negara yang menunjukkan adanya tren kenaikan kasus positif Covid-19 yakni Singapura, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru, Brunei Darussalam dan Indonesia.

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU