> >

Bima Arya Jodohkan Ganjar dan Ridwan Kamil untuk Pilpres 2024, Pengamat: KIB Harga Dirinya di Mana?

Rumah pemilu | 30 Oktober 2022, 20:40 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menanggapi wacana duet Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil pada Pilpres 2024 dalam Kompas Petang KOMPAS TV, Minggu (30/10/2022). (Sumber: Tangkapan layar KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mempertanyakan harga diri Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) usai Ketua DPP PAN Bima Arya menjodohkan Ganjar Pranowo dengan Ridwan Kamil sebagai bakal capres dan cawapres pada Pilpres 2024.

"Kenapa dua-duanya impor semua? Mestinya kan ada dari eksternal, lalu ada dari internal (KIB -red)," jelas Ujang dalam program Kompas Petang KOMPAS TV, Minggu (30/10/2022). 

"Jadi kalau dari eksternal semua, walaupun mempertimbangkan akseptabilitas dan elektabilitas, tapi persoalannya ya KIB harga dirinya di mana?" tanya pengamat politik itu.

Ia mempertanyakan tentang kaderisasi dan fungsi partai apabila ketua umum dari tiga partai pembentuk KIB, yakni PAN, PPP, dan Golkar, tidak ada yang menjadi capres dan cawapres.

"Kalau diimpor semua, kalau dari eksternal semua ini menjadi persoalan, buat apa berkoalisi kalau calonnya dari eksternal semua?" tanyanya.

Ujang juga menyebut KIB sebagai sekoci yang disiapkan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024. 

Bahkan, ia mengaku mendapatkan informasi dari petinggi Partai Golkar bahwa tiga partai politik pembentuk KIB tak bisa mencalonkan ketua umum mereka sebagai capres.

"Saya kontak petinggi Partai Golkar, KIB ini sudah ada yang punya, nggak bisa itu mencalonkan ketua-ketua partai KIB menjadi capres, saya menduga Ganjar," ungkapnya.

Menurut dia, meski tidak ada yang tidak mungkin di politik, partai anggota KIB mestinya menjaga harga diri dan kebatinan di KIB.

Baca Juga: Bima Arya: Ganjar dan Ridwan Kamil Bisa Diduetkan pada Pilpres 2024 Asal Tiga Partai KIB Menerima

Ia menegaskan bahwa perdebatan di antara partai politik saat ini bukan mengenai capres melainkan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2024.

"Siapa pun cawapresnya, capresnya Ganjar. Ini sudah kami baca jauh-jauh hari," tegasnya.

Ia menilai KIB mungkin saja mengangkat Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, bahkan Erick Thohir sebagai cawapres pendamping Ganjar.

"Soal cawapres ini memang akan menjadi persoalan, sama seperti koalisi yang akan dibentuk di sebelah, yakni Nasdem, PKS, dan Demokrat," ujarnya.

"Jadi bukan soal capresnya, tapi perdebatannya di wilayah cawapres," imbuhnya.

Menurut dia, partai politik perlu melakukan perhitungan yang matang untuk memutuskan bakal capres yang akan diusung pada kontestasi politik 2024 mendatang.

Baca Juga: Bima Arya: Nama Ganjar Pranowo Disebut-sebut di Internal KIB, Ridwan Kamil Masuk Radar Rakernas PAN

Dalam kesempatan yang sama, Bima Arya mengatakan bahwa duet Ganjar dan Emil, sapaan Ridwan, bisa terwujud jika tiga partai politik anggota KIB menerima.

"Dua nama ini (Ganjar dan Emil) kan hanya bisa digolkan ketika tidak saja unggul secara elektoral dan kapasitas, tapi juga memiliki akseptabilitas atau penerimaan di tiga partai, itu juga penting," ujar Bima dalam program Kompas Petang KOMPAS TV, Minggu.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari KIB, PAN masih harus berdinamika dengan dua partai lainnya.

Namun ia melihat bahwa sudah banyak anggota PPP yang mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal capres pada Pilpres 2024.

"Kami harus berdinamika dengan teman-teman di Golkar dan PPP, kalau di PPP sudah banyak yang deklarasi Ganjar," ungkapnya.

Baca Juga: "Jodohkan" Ganjar dan Ridwan Kamil di Pilpres, Bima Arya: Berbeda tapi Saling Melengkapi

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, Bima Arya "menjodohkan" Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menjadi pasangan bakal capres-cawapres di Pilpres 2024.

"Mas Ridwan Kamil keluarganya pesantren dekat dengan pondok pesantren. Mas Ganjar aktivis nasionalis, beda tapi saling melengkapi. Bener enggak," tanya Bima saat menghadiri Gala Dinner di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/10/2022).

"Siapkah Pak Ganjar bersanding dengan Kang Emil untuk calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia pada 2024 mendatang?" tanya Bima Arya di hadapan para hadirin.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU