> >

Yang Dilakukan Luhut saat Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Ada Pengetatan Aktivitas?

Update corona | 4 November 2022, 20:50 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah akan tetap menerapkan PPKM Level sebagai basis pengetatan aktivitas masyarakat. (Sumber: Kompas.tv.Ant/Anggi Mayasari.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus Covid-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir ini terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada Kamis (3/11/2022), kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air, nyaris mencapai 5.000 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investigasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun menegaskan pemerintah menyiapkan beberapa langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya keparahan yang disebabkan varian baru Covid-19. Varian baru tersebut adalah Omicron XBB. 

"Dengan terjadinya peningkatan kasus yang menyentuh angka lima ribu kasus perhari, Pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk membendung terjadinya keparahan yang lebih dalam yang disebabkan oleh varian baru," kata Luhut melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (4/11). 

"Diantaranya dengan meningkatkan kembali capaian vaksinasi booster dan terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan utamanya penggunaan masker di ruang-ruang tertutup."

Tak hanya itu, pemerintah, kata dia, juga akan terus menerapkan PPKM level sebagai basis pengetatan aktivitas masyarakat.

"Hari ini saya juga menegaskan kembali bahwa Pemerintah akan terus menggunakan PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan bagi masyarakat yang akan terus dilakukan evaluasinya," tegas Luhut.

Baca Juga: Kasus Covid-19 RI Alami Kenaikan, Kemenkes: Positivity Rate Jadi 15 Persen

Puncak Gelombang Covid-19 Diprediksi 1-2 Pekan ke Depan

Luhut yang juga  Koordinator PPKM Jawa-Bali memprediksi puncak gelombang Covid-19 varian Omicron XBB akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan.

"Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati dan berangkat dari trajectory kasus Covid-19 yang lalu, puncak gelombang berbagai varian baru ini diperkirakan akan terjadi pada satu hingga dua bulan kedepan," ucapnya.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU