> >

Penyebab Prada Indra Tewas: Disebut Dehidrasi, tetapi Keluar Darah dari Kepala hingga Basahi Kafan

Peristiwa | 24 November 2022, 21:18 WIB
Prajurit Dua (Prada) Muhammad Indra Wijaya, prajurit TNI Angkatan Udara (TNI-AU) yang bertugas di Markas Komando Operasi Udara III (Makoopsud III) Biak, Papua, tewas diduga dianaya oleh sesama prajurit, Sabtu (19/11/2022). (Sumber: Tribunnews.com)

"Salah satu dari keluarga saya pada saat di Soekarno-hatta mendapatkan telepon dari satu anggota Koopsud III di Biak, bahwasanya adik saya ini harus langsung dibawa ke rumah duka, setelah itu langsung dimakamkan," ujar Rika.

Saat berada di rumah duka, kata dia, pihak keluarga tidak diperkenankan untuk membuka peti jenazah Prada Indra. Terlebih peti jenazah korban saat itu dalam keadaan tergembok. 

Namun, kata Rika, pihak keluarganya tetap bersikeras membuka peti tersebut untuk melihat jasad Prada Indra untuk terakhir kali sebelum dikebumikan.  

Baca Juga: Batal Dikirim Hari Ini, Surpres Jokowi soal Pergantian Panglima TNI Diundur ke 28 November

"Akhirnya pihak keluarga membuka paksa gembok peti jenazah, dengan merusak gembok menggunakan palu,” ucap Rika.

Setelah peti jenazah berhasil dibuka, Rika mengatakan, keluarganya mendapati kondisi jenazah Prada Indra Wijaya yang mengeluarkan darah pada bagian kepala. 

"Kami buka kain kafannya mulai dari bagian kepala. Nah mulai dari bagian kepala yang kami lihat adalah darah," ujar Rika

Darah itu, kata Rika, mengalir keluar dari kepala, bahkan hingga menembus dan membasahi kain kafan yang membalut jenazah Indra Wijaya.

Baca Juga: Momen Perwira Tinggi TNI AU Emosi Dicecar Jaksa KPK: Bapak Jangan Nanya Seolah Saya Bodoh

Kondisi tersebut pun membuat pihak keluarga yang menyaksikan langsung kejadian itu di rumah duka, menangis histeris.

Selain itu, lanjut Rika, didapati pula luka lebam dan diduga sayatan di bagian dada hingga perut Prada Indra. 

Namun saat keluarga bertanya, anggota TNI AU yang mengantar jenazah Prada Indra menolak memberikan penjelasan soal penyebab luka di tubuh almarhum.

Mayor Rianto berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan soal adanya luka-luka maupun darah yang keluar dari wajah Prada Indra.

"Karena beliau bukan pihak medis dan tidak bisa menerka-nerka, karena yang lebih tahu adalah dokter forensik," kata Rika.

Baca Juga: Terdakwa Penyerang Pos Koramil Maybrat yang Tewaskan 4 TNI Dilaporkan Meninggal di Lapas

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Tribunnews.com


TERBARU