> >

Kayanma Polri: Tidak Ada Kebakaran di Gedung Baintelkam Mabes Polri, Hanya Korsleting Baterai UPS

Peristiwa | 25 November 2022, 01:37 WIB
Robot pemadam kebakaran berjenis LUF 60 dikerahkan petugas untuk memadamkan api di gedung Baintelkam Mabes Polri, Kamis (24/11/2022). Alat ini dioperasikan petugas dengan alat kendali jarak jauh atau remote control. (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Pelayanan Mabes Polri (Kayanma Polri) Kombes Yudhi Sulistianto Wahid memastikan tidak ada insiden kebakaran di Gedung Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri.

Yudhi menjelaskan, asap tebal yang keluar dari gedung Baintelkam Mabes Polri bukan dari api, melainkan korsleting baterai Uninterruptible Power Supply atau UPS, yang merupakan alat penyedia cadangan energi listrik.

Menurut Yudhi, kehadiran petugas pemadam kebakaran adalah untuk mengeluarkan asap dan alat yang korsleting.

"Jadi tidak ada kebakaran, hanya korsleting listrik di baterai UPS. Karena ruangan tertutup asap mengumpul di dalam gedung, jadi teman-teman pemadam membantu untuk mengeluarkan asap dari dalam gedung," ujar Yudhi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis malam (24/11/2022).

Baca Juga: Gedung Baintelkam Mabes Polri Kebakaran, Damkar Kerahkan Robot LUF 60, Ini Sebabnya

Yudhi menambahkan, tebalnya asap dikarenakan ukuran baterai yang besar dengan berat kurang lebih 300-500 kilogram (kg). 

Ia memastikan, insiden korsleting baterai UPS ini hanya terjadi di satu ruangan. Saat kejadian, Gedung Baintelkam juga dalam keadaan kosong karena akan dilakukan pembongkaran. 

"Gedung sudah kosong, tidak ada barang-barang kecuali UPS itu. Kejadian hanya di ruangan tempat UPS itu saja. Karena menimbulkan asap dan terkumpul di ruangan, sehingga seperti kebakaran. Jadi, tidak ada kebakaran di Mabes Polri," ujar Yudhi.

Terpisah, Kadis Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan, saat ini petugas sedang melakukan pendinginan dan penguraian asap. 

Baca Juga: 15 Unit Damkar Dikerahkan, Kebakaran di Gedung Baintelkam Mabes Polri Berhasil Dipadamkan

Menurut Satriadi, ada 15 unit mobil pemadam dan pengurai asap serta 65 personel yang dikerahkan dalam proses pemadaman.

Petugas sempat kesulitan menjinakkan api lantaran asap yang cukup tebal. Hal tersebut lantaran di lokasi terdapat barang-barang elektronik seperti UPS. 

Diduga, api melahap alat-alat elektronik dan membuat asap cukup tebal, sehingga petugas sulit menerobos ruangan.

"Asap sudah mulai berkurang, jadi kita masih mengecek kembali apakah ada potensi kebakaran," ujar Satriadi dalam Breaking News KOMPAS TV, Kamis (24/11/2022).

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU