> >

Vaksin Covid-19 Gratis untuk Bayi dan Anak: Ini Hak Dasar Warga Negara

Politik | 4 Januari 2023, 18:19 WIB
Ilustrasi pemberian vaksin untuk anak-anak. DPR meminta vaksin Pfizer Comirnaty Children untuk bayi dan anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun harus gratis. (Sumber: Kemenkes)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menuntut vaksin Pfizer Comirnaty Children untuk bayi dan anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun harus gratis. 

Pasalnya, ia menilai bahwa vaksin Covid-19 untuk bayi dan anak itu merupakan hak dasar bagi warga negara. 

Saat ini, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech tersebut masih berbayar. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beralasan, vaksin tersebut belum masuk program vaksinasi gratis pemerintah.

"Harus gratis, lah. Itu dasar. Kita nanti akan berjuang di DPR sama dengan vaksin-vaksin sebelumnya bahwa ini harus gratis karena ini hak dasar bagi warga negara," kata Nihayatul Wafiroh di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2023) dilansir dari Kompas.com.

Perempuan yang akrab disapa Ninik itu menyebut, bayi dan anak-anak juga harus dilindungi dari Covid-19, salah satunya dengan mempermudah akses vaksin. 

Apalagi, kata dia, saat diserang penyakit akibat virus corona itu, banyak anak yang menderita multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem.

Baca Juga: Epidemiolog Ungkap Petaka Lonjakan Covid-19 di China meski Banyak yang Sudah Vaksin

"Anak-anak kita kena long Covid-19 ya, mereka luar biasa bermasalah. Mereka tidak mendapatkan vaksin meskipun mereka cenderung lebih cepat sembuh, tapi long Covid-19 (sampai kapan) kita tidak pernah tahu," ungkap Ninik. 

Ia menegaskan, hak atas kesehatan harus merata dirasakan oleh berbagai usia. Sedangkan saat ini, mayoritas vaksin Covid-19 gratis hanya menyasar remaja, orang dewasa, dan lansia. 

Vaksin gratis bagi anak-anak yang sudah mendapat izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hanya vaksin Sinovac/CoronaVac. 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Purwanto

Sumber : Kompas.com


TERBARU