> >

Rasamala: Sejak Awal Sidang Tidak Ada Fakta soal Kontribusi Putri dalam Pembunuhan Berencana Yosua

Hukum | 12 Januari 2023, 05:30 WIB
Terdakwa Putri Candrawathi menangis bongkar cerita di Magelang (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV/Ninuk)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sidang pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Putri Candrawathi akan masuk ke tahap penuntutan, setelah Putri menjalani pemeriksan sebagai terdakwa.

Pangacara keluarga Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang menilai dari awal persidangan hingga pemeriksaan terdakwa, tidak ada fakta yang menunjukkan kontribusi aktif Putri Candrawathi dalam peristiwa hilangnya nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Rasamala mencontohkan, saat peristiwa penembakan Brigadir J, Putri sedang ada di kamar. Kliennya baru tahu Brigadir J meninggal pada 9 Juli 2022.

Di persidangan Putri menyatakan dirinya melaporkan kejadian di Magelang pada 7 Juli 2022, kemudian menjalani isolasi di kamar yang secara bersamaan ada peristiwa penembakan Brigadir J.

Baca Juga: Hakim Cecar Putri Candrawathi, Tidak Lihat Jasad Yosua Hutabarat Depan Kamar

"Di bagian mana peran aktif Bu Putri dalam peristiwa pembunuhan berencana? Itu tidak bisa dibuktikan oleh jaksa," ujar Rasamala di program Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Rabu (11/1/2023). 

Rasamala juga menjelaskan perihal kliennya yang tidak melihat jenazah Brigadir J setelah dijemput Ferdy Sambo dari dalam kamar di rumah Duren Tiga. 

Sesuai fakta persidangan, sebelum terjadi penembakan kliennya masuk ke kamar, kemudian berganti baju dan menutup pintu kamar.

Kemudian kliennya beristirahat karena keadaan yang tidak fit, pada saat berbaring terdengar letusan. Setelah itu Ferdy Sambo menjemput Putri di dalam kamar.

Baca Juga: Tak Mengerti Mengapa Dirinya Jadi Terdakwa, Putri Candrawathi: Saya Bingung Mengapa Duduk di Sini

Barulah di momen itu pintu kamar terbuka. Ferdy kemudian membekap kepala Putri ke dada dengan maksud agar peristiwa di luar kamar tidak dilihat. Bekapan Sambo baru dibuka setelah sampai di garasi.  

"Yang menjadi pertanyaan, di bagian mana kontribusi Bu Putri? Karena dalam fakta persidangan, Bu Putri naik ke lantai 3 Saguling bertemu suami melaporkan kejadian tanggal 7 kemudian pergi Isoman berdiam di dalam kamar," ujar Rasamala.

"Jadi tidak mungkin logikanya melompat tiba-tiba dia (putri) menjadi peserta dalam pembunuhan berencana," sambung Rasamala. 

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU