> >

Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan Disebut Kompak Marahi Arif Rachman, Hakim: Agak Menggelitik

Hukum | 13 Januari 2023, 15:43 WIB
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan kasus obstruction of justice, Ferdy Sambo, memasuki ruangan menjelang sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022). (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel merasa ada yang menggelitik saat Arif Rachman Arifin bercerita dia dimarahi oleh Hendra Kurniawan dan Ferdy Sambo terkait olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah di Jl. Duren Tiga No 46.

Hal tersebut disampaikan Hakim Suhel dalam sidang kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir J, dengan agenda pemeriksaan terdakwa Arif Rachman Arifin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2023).

“Ini agak menggelitik sedikit ya, kalau Ferdy Sambo menelepon saudara, itu beberapa menit setelah Hendra menelepon, itu sekitar berapa menit?” tanya Hakim Suhel.

Arif mengatakan panggilan telepon Sambo masuk hanya berselang 15 menit setelah Hendra menelepon.

“Mungkin 15 menitan,” ucapnya.

Baca Juga: Ternyata, Putri Candrawathi Juga Nangis saat Cerita Skenario Palsu Pelecehan Seksual di Duren Tiga

Dari keterangan tersebut, Hakim Suhel menilai tidak menutup kemungkinan Ferdy Sambo telah lebih dulu menelepon Hendra Kurniawan sebelum menghubungi Arif Rachman Arifin.

“Tidak tertutup kemungkinan Ferdy Sambo menerima telepon dari Hendra, begitu kan? Makanya kenapa Ferdy Sambo langsung menelepon saudara,” ujarnya.

Sebelumnya dalam sidang, Arif mengaku ditelepon Hendra saat Tim Khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melakukan olah TKP di rumah Jl Duren Tiga No 46 tanpa seizinnya.

Menurut penuturan Arif, Hendra yang sedang berada di Jambi, memarahinya karena tidak tahu siapa yang memimpin kegiatan olah TKP di rumah Ferdy Sambo itu.

Baca Juga: Arif Rachman: Ferdy Sambo Marah Timsus Pimpinan Wakapolri Olah TKP Tak Izin, Tidak Punya Tata Krama

“Pak Hendra menelepon kami dengan sedikit marah. 'Kamu lihat siapa yang mimpin?' 'Siap.' 'Loh siap apa?' 'Siap tidak tahu.' 'Loh kamu di mana? Bukannya di TKP?' 'Siap, saya di luar.' 'Masa kamu enggak bisa lihat siapa yang mimpin olah TKP?'” kata Arif menguraikan percakapannya dengan Hendra.

“Akhirnya saya berusaha ke dalam, saya lihat yang sedang olah TKP di dalam sepertinya dari Puslabfor, karena sedang memasang benang.”

Berselang sekitar 15 menit dari telepon Hendra Kurniawan, lanjut Arif, Ferdy Sambo menelepon dirinya dengan nada marah.

“Pak Ferdy Sambo juga menelepon kami setelah Pak Hendra nelepon. Pak Ferdy Sambo telepon selang beberapa menit,” ucap Arif Rachman Arifin.

“'Mereka tidak tahu rumah saya di situ? Apa mereka nggak punya tata krama izin sama saya?” kata Arif meniru perkataan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Karakter Ferdy Sambo Dibongkar Chuck Putranto: Kalau Tegur Tidak Lihat Tempat, Selalu Pakai 'Awas'

Saat itu, kata Arif, dirinya tidak memberikan respons selain kata 'Siap' kepada Ferdy Sambo.

“Saya hanya siap-siap saja (saat Ferdy Sambo bicara), kemudian telepon kaya dimatikan begitu, akhirnya saya menunggu di garasi, di carpot itu bisa melihat ke dalam, Yang Mulia,” ucap Arif.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU