> >

Jubir PKS: kalau Ngomong Resesi, yang Dievaluasi Berhubungan dengan Ekonomi, Ini Kenapa Menkominfo?

Politik | 14 Januari 2023, 07:05 WIB
Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal di program Dua Arah KOMPAS TV, Jumat (13/1/2023). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wacana perombakan menteri dinilai telah mempertontonkan keretakan di koalisi partai pendukung pemerintah.

Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Iqbal menyatakan, keretakan partai koalisi justru membuat publik khawatir, apakah pemerintah bisa fokus menghadapi ancaman resesi atau malah membenahi permasalahan di partai koalisi. 

Menurut Iqbal, di akhir masa pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, partai koalisi seharusnya melihat kembali catatan janji kampanye yang belum terselesaikan dan kemudian bersama-sama dengan presiden yang diusung, merealisasikan janji kampanyenya.

Namun, hal ini tidak dilakukan dan saling melempar pandangan soal pergantian menteri yang dapat mengaburkan ancaman di depan mata.

Baca Juga: PDIP Kritik Kinerja Menteri Nasdem, Perlu Reshuffle?

"Sesungguhnya rakyat ingin melihat kinerja pemerintah solid kompak, tapi ini menunjukkan koalisi pemerintah rapuh," ujar Iqbal di program Dua Arah "Nasib Partai NasDem di Kabinet Jokowi", Jumat (13/1/2023).

Iqbal juga merasa aneh dengan perombakan kabinet yang diwacanakan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lebih mengarah ke menteri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Di sisi lain, Presiden Jokowi di berbagai kesempatan mengingatkan soal ancaman ekonomi dan resesi.

Jika merujuk arahan Presiden Jokowi, menteri yang mendapat evaluasi seharusnya menteri yang berhubungan dengan konteks ekonomi, dan bukan menteri pertanian (mentan) atau menteri komunikasi dan informatika (menkominfo) atau menteri lingkungan hidup dan kehutanan.

Baca Juga: Djarot ke Menteri dari NasDem: Kalau Memang Gentle Lebih Baik Mengundurkan Diri

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU