> >

Penyebab Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Rendah

Update corona | 26 Januari 2023, 15:01 WIB
Pemerintah membebaskan masyarakat memilih jenis vaksin booster atau vaksin dosis ketiga, yang diperkirakan mulai dilaksanakan awal 2022. Negara hanya menanggung biaya vaksin booster untuk masyarakat miskin, di luar golongan itu harus membayar sendiri.. (Sumber: Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Cakupan vaksinasi dosis penguat alias booster warga lansia masih rendah. Hal ini disebabkan pemahaman yang minim tentang vaksinasi serta rasa bosan dan lelah karena terkurung selama pandemi.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Siti Setiati. Selain itu, rendahnya cakupan vaksinasi penguat bagi warga lansia bisa juga karena kekhawatiran efek pascavaksinasi.

Masih ada kekhawatiran warga lansia bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan demam, lemas, atau tidak enak badan.

“Masalah utamanya terletak pada minimnya pemahaman dan misinformasi. Hal ini dapat diantisipasi dengan menggalakkan penyebaran informasi melalui berbagai kanal media,” ujarnya, dikutip dari Kompas.id, Rabu (25/1/2023).

Langkah lain yang dapat ditempuh ialah mendatangi warga lansia secara langsung. Upaya jemput bola ini dapat melibatkan lembaga pemerintah dan non-pemerintah, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Semangat yang dibawa harus semangat kolaborasi agar seluruh warga lansia dapat terlindungi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, upaya menjemput bola atau mendatangi warga lansia secara langsung tergantung pada kebijakan daerah masing-masing.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan peran kader kesehatan atau kader desa. “(Imbauan ke daerah berupa) Target vaksinasi warga lansia baik dosis lengkap maupun dosis penguat minimal 70 persen,” ujarnya, Rabu (25/1/2023), dikutip dari Kompas.id.

Baca Juga: Alasan Vaksin Booster Kedua Tetap Penting Meski Kasus Covid-19 Melandai

Upaya dongkrak vaksinasi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom menuturkan, pihaknya akan mendatangi setiap warga lansia setempat secara door-to-door untuk mencapai target. Hal ini karena capaian vaksinasi warga lansia di Bali masih rendah.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


TERBARU