> >

Luhut Binsar Pandjaitan: Saya Dibilang Penjahat oleh Cucu Saya, Saya Dibilang "Lord"

Hukum | 8 Juni 2023, 12:20 WIB
Indonesia bisa mencapai emisi net-zero tahun 2055, lima tahun lebih awal dari target pemerintah tahun 2060, jika mendapatkan dukungan finansial dan teknologi, kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, hari Selasa (6/6/2023) di Konferensi Ecosperity Singapura (Sumber: Eco-Business Singapore)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mengalami kerugian setelah dituduh ikut bermain tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua, oleh aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Demikian hal tersebut disampaikan Luhut Pandjaitan dalam persidangan lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (8/6/2023).

Awalnya jaksa penuntut umum atau JPU bertanya kepada Luhut sebagai korban mengenai kerugian yang dialaminya setelah dituduh oleh Haris Azhar ikut bermain tambang.

Baca Juga: Sidang Haris Azhar vs Luhut Tertutup untuk Umum, Pengacara Protes Aparat Menghalang-halangi

Menjawab pertanyaan jaksa, Luhut kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak mengalami kerugian secara materiil. Namun, ia mengaku rugi secara moral.

Sebab, kata Luhut, cucunya menganggap bahwa dirinya adalah seorang penjahat setelah ramai dirinya disebut turut bermain tambang.

“Terus terang kerugian materiil mungkin tidak ada. Tapi secara moral ada, saya dibilang oleh cucu saya penjahat, saya dibilang "lord", saya dibilang apa lagi,” kata Luhut dalam persidangan.

“Coba kalau saya tuduh Anda sebagai penjahat atau pencuri. Itu kan Anda tidak bisa terima juga.”

Luhut menuturkan, sebagai prajurit Kopassus, tentu tidak terima atas perlakuan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti tersebut kepada dirinya.

“Itu menurut saya sebagai orang tua, menurut saya sebagai prajurit. Saya prajurit Kopassus sekian lama. Saya tidak terima perlakuan itu,” ujar Luhut.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU