> >

Prabowo Jelaskan Alasan Beli 12 Pesawat Tempur Bekas dari Qatar

Politik | 6 Juli 2023, 19:35 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menyampaikan laporan pada peresmian Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam di Lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan, Jakarta (9/11/2021). (Sumber: BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN/LUKAS)

JAKARTA, KOMPAS TV - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjelaskan alasan pihaknya membeli 12 pepesawat tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar.

Ia menyebut, pembelian itu untuk mengisi kekosongan pesawat tempur, karena pihaknya telah memesan pesawat tempur jenis rafale yang baru akan datang 3 tahun lagi. 

"Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi, Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4,5 ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama. Dan sesudah itu, satu, satu, satu, satu," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (6/7/2023).  

Baca Juga: Kemhan Beli 12 Pesawat Tempur Mirage 2000-5 Bekas dari Qatar, Ternyata Ini Alasannya

"Mungkin skuadron pertama akan siap operasional kira-kira 4 tahun lagi ya, 48 bulan lagi skuadron pertama. Dari sekarang sampai 4 tahun, kita butuh suatu kekuatan militer. Nah itulah maksudnya kita mencari pesawat fighter interim yang bisa segera kita gunakan," sambungnya.

Mantan Pangkostrad itu mengakui bila pesawat tempur Mirage 2000-5 ini spesifikasinya tak sama dengan Rafale.

"Dan dari memang, tentunya pesawat Mirage 2000-5, memang tidak sama kecanggihan dan modernnya dengan Rafale. Ini Rafale kan teknologi terakhir, tetapi karena sama-sama buatan Dassault, dan saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale." 

"Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang-penerbang kita dengan teknologi Prancis," ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu tak memusingkan bila banyak pihak yang seolah mendiskreditkan keputusan dirinya untuk membeli pesawat tempur tersebut. 

"Jadi dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah ya mau macam-macam, menilai bahwa diomongin pesawat bekas pesawat bekas, ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru," ujarnya.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU