> >

Jokowi soal Data Pertahanan: Ini Menyangkut Strategi, Nggak Bisa Dibuka Kayak Toko Kelontong

Rumah pemilu | 8 Januari 2024, 17:18 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat groundbreaking atau meresmikan peletakan batu pertama Kampus II Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Rabu (3/1/2023). (Sumber: Tangkap Layar Kompas TV.)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo mengatakan data pertahanan negara memang ada yang bisa disampaikan secara terbuka. Tapi, Jokowi menegaskan data pertahanan ada lebih banyak yang harus dirahasiakan karena menyangkut strategi besar negara.

Demikian Presiden Jokowi merespons debat ketiga Pilpres 2024, Senin (8/1/2024).

“Yang berkaitan dengan pertahanan, yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan alutsista itu ada yang bisa terbuka,” kata Jokowi.

“Tapi banyak yang memang harus kita rahasiakan, karena ini menyangkut strategi besar negara. Nggak bisa semua dibuka kayak toko kelontong, nggak bisa.”

Baca Juga: Debat Ketiga, Prabowo Respon soal Lahan Miliknya: Mas Anies Jangan Jiplak Data yang Salah

Dalam keterangannya, Jokowi kemudian merespons debat ketiga pilpres yang menurutnya tidak memperlihatkan substansi dari visinya.

“Saya melihat substansi dari visinya malah tidak keliatan, yang keliatan justru saling menyerang yang sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi nggak apa-apa,” ucap Jokowi.

“Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dll, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton.”

Atas penilaian tersebut, Jokowi kemudian meyakini debat ketiga Pilpres 2024 menuai kekecewaan publik.

“Saya kira akan banyak yang kecewa,” ujar Jokowi.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU