> >

Skor Indeks Persepsi Korupsi 2023 Stagnan, ICW: Omon-Omon Upaya Pemberantasan Korupsi Jokowi

Hukum | 31 Januari 2024, 08:56 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbicara dengan wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024). (Sumber: Tangkapan layar Youtube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai stagnasi skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2023 merupakan bukti bahwa upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya omong kosong.

Pernyataan itu disampaikan peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, untuk merespons skor IPK Indonesia 2023 yang stagnan di angka 34, seperti tahun sebelumnya.

“Stagnasi Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2023, omon-omon pemberantasan korupsi Jokowi,” ucap Kurnia kepada KOMPAS TV, Rabu (31/1/2024).

Sebab, kata dia, menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi, nasib pemberantasan korupsi kian mengkhawatirkan.

Hal itu tergambar dalam IPK 2023 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII), Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan PBNU Netral di Pilpres 2024: Kami Tidak Terlibat dalam Dukung-Mendukung

“Di mana skor pada tahun 2023 mengalami stagnasi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Indonesia memperoleh skor 34 dan peringkatnya merosot dari 110 menjadi 115,” ucap Kurnia.

Mengacu pada data, Kurnia menuturkan, skor IPK Indonesia tahun 2023 sama dengan ketika Presiden Jokowi baru menjabat di tahun 2014. Artinya, sambungnya, Presiden Jokowi tidak berkontribusi berarti dalam pemberantasan korupsi.

“Jika ditarik ke belakang, skor IPK Indonesia saat ini sama dengan saat pertama kali Presiden Jokowi menjabat sebagai presiden pada tahun 2014,” ujar Kurnia.

Baca Juga: Simbol Dua Jari dari Mobil Dinas Presiden, Pengamat: Tidak Jelas Tindakan dan Sikap Bawaslu

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU