> >

Bicara Bonus Demografi 2030, Luhut: Ini kalau Perubahan, Kita Jalan di Tempat Lagi

Rumah pemilu | 10 Februari 2024, 22:22 WIB
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Program ROSI, Kompas TV, Sabtu (10/2/2024). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Perubahan akan membuat Indonesia jalan di tempat karena bonus demografi hanya akan terjadi sampai tahun 2030-an. Dan jika itu terlewati, maka kita tidak akan menjadi negara dengan income atau pendapatan tinggi atau high income country.

Penjelasan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam program ROSI, Kompas TV, yang ditayangkan Sabtu (10/2/2024).

Awalnya, Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosianna Silalahi selaku host ROSI menanyakan tentang Luhut yang mulai berbicara politik setelah perawatan di Singapura.

“Saya di Singapura itu hampir dua bulan, lah, dan sekarang saya pikir sudah back to normal, tapi saya harus jaga terus (kesehatan) ini,” kata Luhut.

Baca Juga: Kritik Pemilu 2024, Jaringan Gusdurian Indonesia Tuntut Pesta Demokrasi Tanpa Intervensi!

Dirinya, kata Luhut, merasa terpanggil karena Indonesia membutuhkan keberlanjutan, sementara ada yang menggaungkan perubahan.

“Apa yang terjadi sebenarnya saya hanya panggilan saja. Saya lihat bahwa perlu keberlanjutan. Trigger (pemicu, red) saya sebenarnya karena bilang 'perubahan'.”

“Ini kalau 'perubahan', kita jalan di tempat lagi, gitu. Ingat lho, bonus demografi yang saya berkali-kali sampaikan, itu hanya sampai (tahun) 2030-an,” tegasnya.

Baca Juga: Sayap Kanan Indonesia Bersatu Gelar Doa Bersama untuk Pemilu Tenang, Aman dan Damai

Jika bonus demografi tersebut terlewati dan tidak dimanfaatkan, maka ia yakin, pada tahun 2030, Indonesia masih berada pada kategori negara berpenghasilan menengah.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU