> >

Soal Kasus Firli Bahuri, Kompolnas Bakal ke Polda Metro Jaya, Pastikan Penyidikan Sesuai Prosedur

Hukum | 29 Februari 2024, 11:20 WIB
Eks Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) saat dicegat wartawan di kantor Dewan Pengawas atau Dewas KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (21/12/2023). Kompolnas bakal mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan kasus Firli tersebut. (Sumber: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut menyoroti penanganan kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan tersangka mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim,  menyebut pihaknya bakal mendatangi Polda Metro Jaya guna menanyakan perkembangan kasus Firli tersebut, dan memastikan penyidikan sesuai prosedur.

"Dalam waktu dekat kompolnas berencana akan ke Polda Metro Jaya guna memastikan bahwa proses penyidikan telah benar-benar berjalan sesuai dengan SOP," kata Yusuf dalam keterangannya, Kamis (29/2/2024).

Ia juga menyebut langkah klarifikasi ke penyidik Polda Metro Jaya guna memantau proses kelengkapan berkas perkara secara langsung apakah sudah dijalankan dengan baik.

"Sepertinya proses berkas penyidik ke jaksa penuntut umum ini apakah benar atau tidak akan kami mintakan klarifikasi, nanti apakah masih mendapatkan pengembalian dan petunjuk jaksa penuntut umum," jelasnya.

Ia pun berharap proses pelimpahan berkas ke jaksa penuntut umum segera dinyatakan tahap 2 atau P21 (lengkap).

Di sisi lain, Yusuf megatakan pihaknya menilai Eks Ketua KPK Firli Bahuri lebih baik ditahan,  agar proses penyidikan bisa berjalan lancar. 

"Semestinya memang patut ditahan. Kalau merujuk putusan praperadilan, penyidik sudah dinyatakan sah penetapan tersangkanya," ujarnya.

"Jadi apabila bukti-bukti sudah cukup kuat, ya apa lagi yang ditunggu," sambungnya, dikutip dari Tribunnews.

Baca Juga: Eks Penyidik KPK Minta Polda Metro Jaya Segera Tangkap dan Tahan Firli Bahuri, Ini Alasannya

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Tribunnews.


TERBARU