> >

Hadiri Simulasi Makan Siang Gratis di Tangerang, Airlangga Ingin Belajar Mekanisme dan Pembiayaannya

Peristiwa | 29 Februari 2024, 13:48 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri simulasi program makan siang gratis di Tangerang, Kamis (29/2/2024). (Sumber: YouTube Kompas TV)

TANGERANG, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri simulasi program makan siang gratis di Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).

Simulasi program makan siang gratis yang digelar di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang itu diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bersedia menjadi volunteer.

Airlangga mengatakan simulasi program makan siang gratis ini dibiayai Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia mengaku hadir dalam simulasi ini karena diundang.

Setelah melihat langsung simulasi program makan siang gratis di Tangerang, Airlangga mengungkapkan dirinya ingin belajar mengenai mekanisme dan pembiayaannya.

"Jadi kita belanja masalah. Jadi kita lihat, simulasi yang dilakukan pak bupati (Tangerang) ini, kita ingin melihat bagaimana mekanismenya dan pembiayaannya. Dari situ kita belajar untuk membuat kebijakan publik," kata Airlangga.

"Evaluasinya kita lihat, menunya cocok. Kalori dan gizinya bisa masuk. Anak-anak senang, UMKM terlibat. Jadi itu sebetulnya esensi dari pada ekosistem," ucapnya.

Selain itu, Airlangga mengaku mendapat informasi bahwa para siswa di SMP Negeri 2 Curug mendapatkan uang jajan Rp10.000-Rp15.000 tapi digunakan untuk membeli makanan yang kurang secara gizi.

Maka, kata dia, program makan siang gratis akan sangat pas untuk melengkapi gizi anak sekolah.

Baca Juga: Gelar Simulasi Makan Siang Gratis di Tangerang, Airlangga: Enak Nggak Makanannya?

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mencoba menu makanan yang disajikan dalam simulasi program makan siang gratis di Tangerang, Kamis (29/2/2024). (Sumber: YouTube Kompas TV)

"Dan juga ada satu lagi yang kita dapat dari sini. Saya tanya anak-anak, uang jajan itu Rp10.000-Rp15.000. Itu dipakai untuk berangkat sekolah, untuk membeli makanan, dan untuk membeli makanan seperti donat dan lain-lain yang secara gizi kurang pas. Dan mereka spending-nya lebih sedikit dari dana yang diberikan orang tua untuk makan," kata dia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU